Gelisah dan Gagak

Saifuddin Amrullah
Gelisah dan Gagak
Aku di tebing yang curam
dan gagak melayang-layang
hitam
seperti mendung itu, sangat kelam
aku kembali ke rumah untuk makan, mengisi
jiwaku dengan al Quran,
tapi hati ini makin gemetaran
Gagak terbang tinggi
meninggalkan aku sendiri
ketika Tuhan memilih mereka yang
berjamaah
aku seakan tak terjamah
aku jauh
padahal sore sudah menjelang
walau tanpa bintang
gelap menyuruhku pulang …
aku masih lapar, Tuhan
siapa yang menambahkan nasi-nasi hangat
dan nikmat ke jiwa ini?
30 Juni 2013, 18:34 wib
Baru saja

One thought on “Gelisah dan Gagak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s