Memaklumi Seseorang

S

image

uatu ketika teman mengatakan, “Aku sakit, aku tidak masuk ya, besok? Tolong njenengan gantikan saya menjaga test.”
“Iya, bu. Jangan khawatir” jawabku
memaklumi.
Suatu ketika, saya sakit, bener2 sakit. “Bu, saya tidak masuk bu hari ini, tolong kelas 9 diberi tugas hal 29 LKS.”
“Sakit apa loh, Pak? Nanti ada rapat lho. Sampean kan kesiswaan, kudu masuk. Kalau bisa sih. Saya aja jauh-jauh dari rumah datang kok.”
Hikmahnya:
Kadang kita memaklumi keadaan orang, tapi orang belum tentu memaklumi keadaan kita.
Jika kita tetap berbaik hati dan iklas,
insyaalloh kepala kita tidak dipusingkan dengan tuntutan prilaku keadilan. Dunia tidak
pernah adil. Tapi kita bisa menjadi/belajar jd orang yg iklas dengan ketidakadilan tersebut.
SAIFUDDIN A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s