Sarasehan Hardiknas 2013

SARASEHAN HARDIKNAS

Pada tanggal 2 Mei 2013, OSIS SMP Negeri 2 Bandar menggelar acara “Sarasehan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Bangsa”. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan dilaksanakan tepat setelah pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas dan rapat pembinaan guru. Sarasehan bertema pendidikan ini dipimpin oleh Bapak Hari Krisyanto, S.Pd., dibantu oleh Bapak Saifuddin Amrullah, S.Pd. sebagai narasumber kesiswaan dan Wahreji sebagai moderator.
Dalam kegiatan sarasehan pendidikan ini ada beberapa point penting yang dibahas, antara lain tentang kedisiplinan siswa, rasa memiliki sekolah sebagai wujud tanggung jawab siswa dalam menjaga fasilitas sekolah, kerukunan antarsiswa, sarana dan prasarana sekolah, serta penghargaan/apresiasi siswa terhadap guru.
Hasil Sarasehan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Bangsa SMP Negeri 2 Bandar Pacitan:
Joko Erianto (VIII B) membahas soal sarana prasarana sekolah yang belum memadahi. Salah satu isu yang digulirkan adalah sarana lapangan olah raga yang jauh dari kelayakan. Joko mengharapkan sekolah untuk mulai mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Kegiatan olah raga terasa kurang maksimal dilaksanakan di lapangan takraw yang sempit dan dekat dengan ruang guru.
Dwi Astuti (IX B) menyinggung soal ketidaknyamanan dalam pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, anak sering keluar kelas. Hal ini dikarenakan siswa kurang memiliki kesadaran dan kedisiplinan. Siswa sering keluar kelas saat jeda pergantian pelajaran yang terlalu lama atau suara bel sekolah yang kadang tidak jelas terdengar.
Sistri (VIII A) memberikan tanggapan permasalahan yang disinggung oleh Dwi Astutik. Menurutnya, setiap siswa seharusnya menyadari hak dan kewajibannya. Siswa seharusnya tahu dan bisa membedakan antara tindakan yang tepat dan tidak tepat. Siswa harus belajar bagaimana mengatur diri sendiri tanpa harus menunggu peringatan atau sanksi dari sekolah
Bapak Saifuddin menambahkan, kesadaran siswa terbentuk dari keinginan diri sendiri untuk menjadi pribadi yang baik. Salah satu kiatnya adalah membiasakan diri untuk berbuat baik, berintrospeksi, melakukan aksi-aksi positif, dan berusaha untuk menjadi individu yang dibutuhkan karena kemanfaatannya. Beliau juga menyinggung soal program Sekolahku adalah Surgaku. Program ini memberikan motivasi dan menumbuhkan kesadaran bahwa sekolah adalah tempat yang ideal untuk memperbaiki sikap/perilaku dan pembentukan karakter. Sekolah juga merupakan surga yang indah dengan kerapian, kebersihan, keindahan, kenyamanan, kekompakan, kedamaian, dan keidealan lingkungan untuk belajar.
Yuli (IX A) menyinggung soal sampah dan penanggulangannya. Menurut Yuli, sampah masih menjadi masalah tersendiri di SMP Negeri 2 Bandar. Peran serta wali kelas dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan kelas bersih mutlak diperlukan. Jika lingkungan kelas terbiasa bersih maka lingkungan sekolah pun akan turut perlahan-lahan menjadi bersih. Selain itu, Yuli juga menyinggung fasilitas toilet siswa yang tidak memadahi. Kekurangan air dan lagi-lagi kesadaran siswa mengenai peran sertanya memelihara sekolah menjadi faktornya. Yuli berharap ke depan sekolah mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan siswa akan sarana MCK dan peraturan sekolah yang bersifat konstruktif menanamkan kesadaran cinta kebersihan.
Wahreji (VIII A) memberikan kesimpulan bahwa segala prilaku positif tercipta dari kesadaran diri, dimulai dari diri sendiri, dan berusaha menjadi figur teladan untuk menyadarkan teman-temannya secara tidak langsung.
Pak Hari Krisyanto menambahkan bahwa semua sarana dan prasarana sekolah adalah milik bersama yang harus dirawat dan dijaga sehingga dapat memberikan manfaat lebih lama.
Dena Maylika (IX C) mengusulkan untuk membangun sarana distribusi air di tiap kamar mandi siswa maupun masjid.
Astriani (IX D) memberikan koreksi, SMP Negeri 2 Bandar tidak bisa disamakan dengan sekolah kota yang memiliki banyak dana untuk perawatan dan pembangunan sekolah. Setiap usulan hendaklah memikirkan pula bahwa sekolah telah memiliki beberapa program prioritas sehingga tidak setiap usulan bisa direalisasikan dalam jangka pendek. Siswa hendaknya mengatur penggunaan air dengan melaksanakan jadwa piket air yang dulu pernah diprogramkan per kelas. Selain untuk mencukupi kebutuhan air bersih secara mandiri, jadwal piket harian suplai air bersih per kelas sebenarnya mendidik siswa untuk bersikap amanah terhadap tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka.
Ramadani (IX C) menggulirkan masalah kesopanan siswa dan sikap apresiatif siswa terhadap guru. Ia memandang siswa SMP Negeri 2 Bandar kurang menjaga kesopanan akhlaknya. Ini terbukti dari sikap mereka yang ugal-ugalan saat berkendara, penggunaan seragam sekolah yang kurang rapi, dan beberapa kasus pelanggaran lain.
Suci AW (IX C) memberikan keluhan senada dengan Rahmadani. Kenakalan remaja sudah meresahkan penduduk sekitar. Ia mengatakan prilaku siswa ditentukan juga oleh faktor lingkungan sekitar mereka tinggal. Jika demikian penyebabnya, perlu setiap siswa memiliki tekad dan kesadaran pribadi untuk tidak terpengaruh. Siswa SMP Negeri 2 Bandar harus memiliki prinsip yang jelas untuk kebaikan masa depannya.
Pak Hari Krisyanto menambahkan, setiap anak harus memiliki filer untuk memilih dan memilah setiap pengaruh yang didapat dari pergaulan. Sekolah sudah memberikan banyak pembelajaran akhlak dan moral, semua terpulang dari kesadaran masing-masing. Pergaulan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial, tapi pengaruh negatif dari pergaulan masih bisa dipisahkan dengan filter dan prinsip untuk tetap menjadi baik. Hidup adalah pilihan.
Itulah beberapa poin penting yang digulirkan dalam sarasehan tersebut. Kesimpulan umum diberikan oleh Bapak Hari Krisyanto, bahwa setiap individu memiliki pilihan untuk menjadi figur positif maupun negatif. Lingkungan sangat memengaruhi bahkan dominan, tapi hendaknya kita mampu memfilter setiap perilaku negatif agar kita tidak terpengaruh dan hanyut dalam pola hidup yang salah.

image

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s