Siang

Siang
Kubiarkan matahari menusuk pori-pori
hingga keringat menguap, menghantarkanku
pada dehidrasi
Aku biarkan bertubi-tubi dentuman otakku
menyisakan pusing,
Aku tidak bisa memaksamu membuat sarapan
pagi,
aku tidak bisa memaksamu menyiapkan
makan siang karena
aku masih kuat, masih hidup, masih
bertahan.
Aku suka mendengar irama keroncong dari
situ…
Aku belum mati jika sehari dua hari
Siang, aku tidur dalam perih tapi
ku tak menangis,
aku ini ciptaan-Mu yang terlalu tangguh,
aku lebih tegar saat bangkit dari terkapar.
Tuhan, terima kasih garamnya
terima kasih cabenya
terima kasih sehatnya walau seadanya
terima kasih atas umurku
atas hidupku
aku semakin dekat Kamu ketika ikut
sandiwara pilu
Tuhan, tapi beri aku kisah-kisah bahagia
untuk kumainkan di sisa hidupku
SAIFUDDIN, 17 April 2013, 14:00

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s