Sore yang sejuk

Di sore yang sejuk, kucangkul rumput
halaman
keringat menetes, tak kurasa, karena cinta
otot kaku, perut lapar, haus dahaga tak
mengapa, karena cinta
aku masih punya simpanan lemak dan tenaga
berwujud zat gula
maka aku tersenyum,
walau aku capek, aku lelah, aku lemah
aku akan bertahan membersihkan selokan,
menyabit rumput liar pekarangan…
aku tidak akan mati
Tuhan memberiku pukulan, ujian, hinaan,
cacian untuk menguatkan aku
Aku terlalu imut untuk sedih
aku terlalu ceria untuk galau
aku terlalu cinta untuk membenci
aku tidak bisa mati,
kecuali kau harapkan itu untukku
aku selalu ada, tersenyum, dan tegar
11 April 2013, 17:45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s