Sabarlah dalam cinta

Sabarlah dalam Cinta
Oleh : Saifuddin Amrullah
Pacitan,

image

1 Maret 2013, 14.06 WIB
Saifuddin4smpn2bandar.wordpress.com

“Sayang,… aku tetap cinta” kata Sabar
“Walau aku jauh darimu?” kata Sri
“Walau kamu jauh dariku” kata Sabar menguatkan dirinya. Tangannya dikepalkan dan dipukul-pukulkan ke dada seperti sedang berikrar janji Pramuka. “Tak ada yang melunturkan cintaku” lanjut Sabar, tapi jantungnya berdetak cepat, kakinya bergetar hebat.
“Apa kamu masih percaya, aku akan setia dengan jarak yang begitu jauh? Heh?” kata Sri, kedua tangannya memegang kedua pipi lelaki itu dan mengarahkan pandangan wajah Sabar ke arahnya.
“Aku percaya, kalau kau setia” kata Sabar terbata-bata. Ia memandang jidat Sri yang berponi. Sabar memang tak pernah berani memandang mata kekasihnya. Sabar takut mata yang bening seperti telaga itu, menenggelamkan dirinya. Sabar takut tak tertolong, terkubur ke dasarnya.
“Kak Sabar, tapi Sri tidak bisa menjamin cinta” Sri mencubit pipi Sabar dan berbalik badan, pergi, sambil bersiul-siul ceria.

4 thoughts on “Sabarlah dalam cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s