Bahan Ajar Bahasa Indonesia 1

KALIMAT AKTIF DAN PASIF

1.Kalimat pasif adalah kalimat yang S-nya menjadi penderita akibat perbuatan yang dinyatakan P
atau kalimat yang S dikenai pekerjaan
Contoh : Rambu-rambu dilanggar oleh pengemudi itu
Novel dibaca oleh Mamat

Bentuk pasif selain di- adalah :
a.Ter- (ter pasif pelaku tindakan harus dinyatakan dengan kata depan ‘oleh’)
Mempunyai makna : sudah atau dapat di-
Contoh : Rambu-rambu itu tak terlihat olehku (olehnya, oleh kami, dsb)
Rambu-rambu itu tak terlihat saya (salah)
b.Ke-an
Mempunyai makna : kena atau melakukan sesuatu seperti kata dasarnya.
Aku kehujanan di jalan
Rumah itu kemasukan maling

2.Kalimat aktif adalah kalimat yang S-nya menjadi pelaku tindakan yang dinyatakan P
Jenis : Transitif (Kalimat yang Predikatnya memerlukan O)
Contoh : Pengemudi itu melanggar rambu-rambu lalu lintas

Intransitif (Kalimat yang P-nya tidak memerlukan O tetapi Pelengkap atau Keterangan)
Contoh : Ibu memasak di dapur
Yani menyanyi dengan merdu
Deni bersepatu hitam
Ciri-ciri : Menggunakan awalan me- atau ber-

Mengubah pasif dan aktif
1Pindahkan O kalimat aktif menjadi S kalimat pasif
2Pindahkan S menjadi O
3Ubah awalan me- dengan di-
4Tempatkan oleh sebagai penanda pelaku

Mengubah pasif dan aktif dengan S kalimat aktifnya berupa kata ganti (aku, saya, kami, engkau, dia, beliau)
1Ubah letak SPO
2Hapus awalan me- dari P
3Rapatkan S-P tanpa pemisah apapun
4Kata bantu seperti akan, dapat, tidak, diletakkan sebelum S
5Ganti aku dengan ku, kau, engkau

Contoh :Kamu melanggar rambu-rambu itu menjadi
Rambu-rambu itu kamu/kau langgar
3.Predikat kalimat pasif/aktif yang berketerangan
Rumus :
Adik belum membaca novel ini (aktif)
Novel ini belum dibaca oleh adik (pasif)

Novel ini sudah kami baca (pasif betul)
Novel ini kami sudah baca (pasif salah)

Peraturan itu baru saja + saya + baca
Kendaraan itu akan + kami + pinjam dari kantor

PREDIKAT

Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan perbuatan subjek (S).
Predikat berdasar kata kerjanya dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Predikat dengan kata kerja transitif, yaitu predikat yang membutuhkan O
2. Predikat dengan kata kerja intransitif, predikat yang tidak membutuhkan O melainkan pelengkap (Pel) atau keterangan (K)

Perhatikan contoh kalimat dengan predikat aktif transitif berikut :
Ida mengunjungi Nenek / Nenek dikunjungi Ida
Rahul mencintai Anjali / Anjali dicintai Rahul
Kedua kalimat di atas dapat diubah ke dalam bentuk pasif, sehingga dapat disimpulkan bahwa Predikat Transitif adalah predikat yang membutuhkan O, dan dapat diubah ke dalam bentuk pasif (di-).

Perhatikan contoh kalimat dengan predikat aktif intransitif berikut :
Karung berisi beras
Cacing tergolong penyakit berbahaya

Kedua kalimat di atas tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif, sehingga dapat disimpulkan bahwa Predikat Intransitif adalah predikat yang membutuhkan kehadiran Pel dan tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif.

Perbedaan O dengan Pel
1.O adalah bagian kalimat yang diletakkan setelah P kata kerja transitif
Contoh :
a.Ibu menyiram bunga / Bunga disiram Ibu
b.Paman memotong kue itu

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, O selalu berada di belakang P kata kerja transitif, berarti O tersebut dapat berubah kedudukan menjadi S jika kalimat tersebut dipasifkan. Pada contoh di atas, bunga dalam kalimat aktif berkedudukan sebagai S sedang dalam kalimat pasif berubah kedudukannya sebagai S.

Ciri-ciri O adalah :
1. Berbentuk nomina atau frase nomina (bunga, sepeda, mobil mercy dsb.)
2. Berada di belakang P transitif
3. Dapat menjadi S dalam kalimat pasif
4. Kalimat transitif yang mengandung O tersebut dapat diubah ke dalam bentuk pasif
5. O dapat diganti dengan bentuk –nya
6. Predikat yang diikuti biasanya berimbuhan me-

2. Pel adalah bagian kalimat yang diletakkan setelah P intransitif atau diletakkan setelah O
Contoh :
1. Dia jatuh miskin
2. Berlian bertahta mutiara
3. Ibu bekerja membanting tulang

Dari contoh di atas Pel selalu berada di belakang P intransitif, kalimat tersebut tidak dapat di ubah ke dalam bentuk pasif. Pelengkap tidak dapat berubah kedudukan menjadi S sebagaimana O, karena kalimat yang mengandung Pel tidak dapat dipasifkan.

Ciri-ciri Pel adalah :
1. Berada di belakang P intransitif
2. Kalimat tidak dapat dipasifkan
3. Pel tidak dapat berubah menjadi S
4. Predikat biasanya berawalan selain me-, yaitu ber-, ter- atau tidak berawalan sama sekali.
5. Pelengkap biasanya berbentuk ungkapan (lihat contoh)

Beberapa contoh kalimat berpelengkap setelah terdapat O :
a. Ibu menamai adikku Ana / Adikku dinamai Ibu Ana
b. Ayah memberi aku uang
c. Ibu membacakan nenek surat

Kalimat yang mempunyai dua O atau terdapat O dan Pel disebut sebagai Kalimat Dwitransitif.
Karena terdapat O maka kalimat di atas bisa diubah menjadi bentuk pasif, meskipun terdapat unsur Pelengkap. Pelengkap kedudukannya tetap, tidak beralih fungsi.
Contoh dwitransitif dengan 2 objek :
Ayah membelikan adik mainan
Ayah memberi ibu uang

EDITING

Editing atau penyuntingan adalah menyiapkan naskah untuk diterbitkan dengan memperhatikan susunan (sistematika) penyajian, isi dan bahasa. Proses penyuntingan meliputi penggunaan bahasa tulis baik yang berkaitan dengan kaidah bahasa, diksi, kaidah penulisan dan ejaan.

Orang yang melakukannya disebut editor, penyunting atau penyelia.

Petunjuk menyunting
Yang diperbaiki dalam proses penyuntingan adalah :
1. Ejaan atau penulisan
2. Penggunaan tanda baca
3. Penggunaan bahasa baku
4. Ketepatan diksi atau pilihan kata
5. Format bentuk kata dan penulisan yang benar.

WAWANCARA

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan 2 pihak (pewawancara dengan orang yang diwawancarai).

Jenis wawancara :
1.Serta merta, adalah wawancara yang dilakukan secara spontan dan dalam situasi alamiah (hubungan pewawancara dengan objek berlangsung wajar, penyampaian pertanyaan harus berjalanseperti dalam percakapan sehari-hari)
2.Petunjuk umum adalah wawancara dengan membuat kerangka atau pokok masalah yang akan ditanyakan sebelumnya
3.Wawancara dengan seperangkat pertanyaan yang disiapkan adalah wawancara yang urutan, kata-kata, serta cara penyajian pertanyaan sudah ditetapkan atau dibakukan terlebih dahulu. Pihak pewawancara hanya membacakan pertanyaan yang telah dipersiapkan dahulu.

Tahap pelaksanaan wawancara :
1. Tahap pembukaan, yaitu perkenalan diri pewawancara dan mengutarakan maksud atau tujuan wawancara
2. Tahap inti, yaitu :
a. Mengajukan pertanyaan sistematis, singkat, jelas, sesuai situasi dan kondisi
b. Mencatat masalah penting yang diperoleh secara akurat
3. Tahap akhir yaitu mengakhiri dengan kesan yang baik serta mengucapkan terima kasih kepada orang yang diwawancarai

Hal yang perlu diperhatikan dalam mewawancarai :
1. Pewawancara harus mempunyai aturan dan kesopanan
2. Penampilan rapi, bersih, enak dipandang
3. Bahasa sopan, tidak menyinggung perasaan
4. Penggunaan kata sapaan yang sesuai untuk menghormat

Persiapan wawancara :
1. Menentukan tema (misal : kegiatan OSIS)
2. Menentukan pokpir yang akan ditanyakan. Misal :
a. Kegiatan-kegiatan yang akan diadakan OSIS menjelang 17 Agustus
b. Sumber dana
c. Pembentukan panitia
d. Kendala-kendala yang dihadapi
3. Menyusun daftar pertanyaan berdasar pokpir (diubah menjadi kalimat tanya)
4. Meminta kesediaan orang yang diwawancarai

KALIMAT LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

1. Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat meniru ucapan atau ujaran orang lain
Contoh :
“ Apakah gurumu sehat ? ” tanya Amin
“ Jangan mendekat ! ” bentak penjahat itu

2. Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan ucapan atau ujaran orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung ini semua berbentuk kalimat berita.
Contoh :
Mereka mengatakan bahwa persediaan beras menipis
Ayah mengatakan bahwa mulai besok ia akan berhenti merokok
3. Perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung

Langsung Tidak Langsung
1. Bertanda petik “……” dan koma
2. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dari pada bagian lain
3. Tidak berkata tugas

4. Kalimat biasanya berbentuk berita, tanya atau perintah
5. Kata ganti tidak berubah, contoh :
6. Ayah berkata, “Saya akan berangkat ke kantor.”
1. Tidak bertanda petik
2. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat
3. Menggunakan kata tugas : bahwa, sebab, untuk, supaya.
4. Hanya berbentuk berita
5. Kata ganti orang I berubah menjadi orang ke III. Contoh:
6. Ayah mengatakan bahwa ia akan berangkat ke kantor

KALIMAT MAJEMUK

1. Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai 1 pola kalimat (bisa diperluas tetapi tidak membentuk pola baru)
Ciri-ciri kalimat tunggal :
a. Mempunyai 1 pola kalimat
b. Kalimat sederhana
c. Perluasan tidak membentuk pola baru
d. Perluasan hanya berfungsi sebagai atributif saja
Contoh :
Adik berangkat besok Adik Siska akan berangkat besok pagi
Paman telah datang

2. Kalimat majemuk adalah penggabungan 2 kalimat tunggal atau lebih sehingga membentuk kalimat baru yang mengandung 2 atau lebih pola kalimat.
Contoh :
Ayahnya dermawan tetapi ibunya pelit
Budi membaca, Wati menulis

Cara perangkaian kalimat majemuk :
1. Implisit, yaitu tanpa menggunakan konjungsi, tetapi dengan menggunakan koma
Contoh :
Aku mandi di sungai, ia mencuci baju di seberang
2. Eksplisit, yaitu dengan menggunakan kata hubung
Aku berwajah tampan sedangkan ia jelek
3. Ia tidak hanya mengambil uang itu bahkan beberapa surat-surat penting

Jenis kalimat majemuk :
a) Kalimat majemuk setara adalah penggabungan 2 kalimat tunggal atau lebih yang tiap-tiap unsurnya mempunyai kedudukan setara.

Contoh :
Ibu memasak di dapur
Ibu memasak di dapur sedangkan ayah membaca majalah
Ayah membaca majalah

Macam kalimat majemuk setara, beserta kata penghubungnya :
1 KMS Gabungan (dan, lagi)
2 KMS Menguatkan (bahkan, malahan, apalagi, tambah lagi)
3 KMS Memilih (atau, baik….maupun….)
4 KMS Pertentangan (tetapi, sedangkan, melainkan, padahal)
5 KMS Berurutan (lalu, kemudian, sesudah itu, setelah )

b) Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu jabatan kalimatnya diperluas sehingga membentuk pola kalimat baru. Selain itu juga didefinisikan sebagai kalimat yang mempunyai induk dan anak kalimat.
Macam kalimat majemuk bertingkat:
1 KMB dengan anak kalimat pengganti S
Contoh : Budi suka berjudi
Anak konglomerat itu suka berjudi
2 KMB pengganti P
Contoh : Dia pemabuk
Dia orang yang suka minum
3 KMB pengganti O
Contoh : Saya telah menyangka hal itu
Saya telah menyangka ia terlibat dalam kasus korupsi
4 KMB pengganti K
Contoh : Budi sedang tidur saat itu
5 Budi sedang tidur ketika kakek datang dari Bandung
6 KMB hubungan pengandaian ( jika, seandainya, andaikan, misalnya)
7 KMB perbandingan (bak, bagai, ibarat, seperti, laksana, dari pada)
8 KMB sebab akibat ( karena, sebab)
9 KMB akibat sebab (sehingga, sampai, maka)
10 KMB cara (dengan)
11 KMB tujuan (agar, supaya, untuk, biar)
12 KMB penjelasan (ialah, bahwa, yaitu)
13 KMB pertentangan (meskipun, walaupun, biarpun, sungguhpun)
14 KMB waktu (ketika, sejak, kala, sewaktu, saat)
15 KMB kuantitas dan kualitas ( sejauh, seluas, sedalam, sekeras dsb.)

c) Kalimat majemuk campuran adalah gabungan kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat
Macam :
1 Satu pola atasan, dua pola bawahan
Contoh : Saya suka gadis yang bermata bening dan berambut panjang
1 2
Kami berkemah di lembah yang amat luas serta berpanorama indah

2 Satu pola bawahan, dua pola atasan
Contoh : Ketika kakak mandi dan ibu selesai memasak, ayah pulang
1 2

d) Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang unsur-unsurnya dirapatkan
Macam :
1 KMR sama Subjek
Contoh : Gadis itu kalem, gadis itu pendiam
Gadis itu kalem dan pendiam
2 KMR Predikat
Contoh : Ayah berkumis, kakek berkumis
Ayah dan kakek berkumis
3 KMR Objek
Contoh : Kakek membaca buku, nenek merapikan buku
Kakek membaca buku dan nenek merapikannya
4 KMR Keterangan
Contoh : Kalau tidak mendung, Evi akan menonton bioskop,
Kalau tidak mendung, aku ikut.
Kalau tidak mendung, Evi akan menonton bioskop dan aku ikut

RESENSI

Resensi adalah sebuah karangan yang berisi ulasan mengenai nilai sebuah karya/buku. Resensi dapat berarti sebuah tulisan, ulasan, pembicaraan dan penilaian tentang sebuah buku, film, atau pementasan drama.
Resensi : pertimbangan/perbincangan/ulasan
Tujuan resensi adalah mengulas dan menilai isi buku atau film.

Yang diulas dalam resensi adalah :
1 Jenis buku (termasuk jenis fiksi atau ilmiah)
2 Format atau bentuk buku dan identitas buku (judul, penerbit, pengarang, ukuran buku, halaman, edisi, ilustrasi buku)
3 Isi dan bahasa (unsur-unsur intrinsik, struktur kalimat, gaya bahasa, ungkapan, diksi, mudah tidaknya dipahami)
4 Kesimpulan

Cara meresensi adalah:
1. Persiapan
a. Memilih buku
b. Membaca
c. Menghayati isi
d. Menilai
e. Menanggapi
f. Menyimpulkan
2. Pelaksanaan
a. Identitas buku
a) Judul buku
b) Jenis buku
c) Penulis/pengarang
d) Penerbit (nama penerbit, kota terbit, tahun, edisi/cetakan)
e) Ukuran
f) Hal/tebal buku
b. Membuat sinopsis
c. Analisis dan penilaian
d. Kesimpulan

Struktur Resensi :
1. Pendahuluan (ada 6 informasi objektif) : judul, penulis, penerbit, tahun, cetakan, tahun, tebal/halaman buku
2. Isi :
Ulasan tentang judul/tema buku
Paparan singkat isi buku (mengacu pada daftar isi]/gambaran tentang keseluruhan isi buku
Informasi latar belakang dan tujuan penulisan buku oleh pengarang
Gaya penulisan/perbandingan bukudengan buku lain yang bertema sama
3. Penutup (berisi penilaian buku secara keseluruhan)
Kelebihan dan kekurangan buku
Memberi masukan, kritik kepada penulis/penerbit
Memberi pertimbangan kepada pembaca penting tidaknya buku tersebut
Memberi saran penerbit akan perbaikan-perbaikan yang perlu diadakan atas kelemahan yang ada

LAPORAN

Laporan adalah satu jenis karya tulis yang dibuat setelah penelitian terhadap suatu bidang dilaksanakan. Laporan dapat berarti jenis dokumen yang berisi paparan peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan seseorang atas dasar tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya.
Jenis laporan :
1. Menurut bentuknya :
a. Formulir/blangko : diisi dengan uraian/angka dan bersifat rutin (misalnya : absensi, kartu iuran, tabungan, rapor)
b. Bentuk surat : laporan bentuk uraian panjang
c. Memorandum : laporan singkat/ringkas

2. Menurut cara penyampaian
Laporan lisan dan laporan tulisan
3. Menurut waktu pelaksanaan laporan
a. Laporan berkala/rutin
b. Laporan insidental/sewaktu-waktu
4. Menurut gaya penulisan
Laporan resmi dan tidak resmi

Ciri laporan yang baik :
1. Ditulis dengan bahasa yang baik dan jelas sehingga tidak timbul salah pengertian.
2. Disertai dengan fakta yang akurat, relevan dan meyakinkan
3. Informasi lengkap
4. Menarik dan enak dibaca

Struktur laporan
1. Halaman judul
2. Lembar persetujuan
3. Kata pengantar
4. Daftar isi
5. Ikhtisar atau bastrak
6. Pendahuluan
7. Isi
8. Kesimpulan dan saran
9. Daftar pustaka

Atau dapat tersusun sebagai berikut:
1. Hal judul (pokok dan topik laporan)
2. Kata pengantar (pengantar pihak penyusun dan kalimat penyerahan)
3. Daftar isi (rekapitulasi hal-hal yang ada dalam laporan)
4. Abstrak (ringkasan aspek-aspek yang dibahas dalam laporan)
5. Pendahuluan
6. Isi (uraian kegiatan, waktu dan tempat, siapa yang mengadakan, bagaimana pelaksanaannya, anggaran dsb)
7. Kesimpulan dan saran
8. Daftar pustaka
9. Lampiran-lampiran
LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN
KE STUDIO RCTI JAKARTA

I. Nama/ jenis kegiatan :
II. Tujuan kegiatan :
III. Peserta kegiatan :
IV. Pelaksanaan kegiatan :
Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada
Hari dan tanggal :
Berangkat pukul :
Pulang pukul :
Sarana angkutan :
V Pembayaran dan penggunaan dana :
A. Sumber dana
1. Osis SLTP :
2. BP3 :
3. Peserta :
Jumlah :
B. Penggunaan Dana
1. Administrasi :
2. Sewa Bus :
3. Konsumsi :
4. Dokumentasi :
5. Lain-lain :
Jumlah :
VI. Hasil kunjungan :
…………………..
Ketua Panitia

PENALARAN ARGUMENTASI

Penalaran argumentasi terbagi menjadi dua cara :
1. Penalaran secara induksi, adalah proses berpikir dengan mengemukakan hal-hal khusus atau bagian-baian menuju pada kesimpulan yang bersifat umum
Ada tiga jenis :
a. Generalisasi, mengemukakan peristiwa khusus menuju pada kesimpulan umum / induksi.
b. Analogi, proses menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lain yang mempunyai persamaan dalam berbagai segi.
Contoh : kalau kita perhatikan kursi yang kita duduki setiap hari tentu ada yang menciptakan. Mobil yang sering kita tumpangi ada yang mencipta. Semua kejadian ada yang menjadikan. Demikian juga manusia. Manusia pasti ada yang menjadikan. Manusia menciptakan kursi, meja, mobil dan sebagainya menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kekuasaan. Mahabesar pencipta manusia yang maha memiliki kemampuan serta kekuasaan
c. Sebab akibat, mengemukakan peristiwa-peristiwa hingga sampai pada kesimpulan bahwa peristiwa-peristiwa yang dikemukakan tersebut merupakan sebab dari suatu keadaan atau sebaliknya bahwa peristiwa-peristiwa itu merupakan akibat dari keadaan tertentu

2. Penalaran secara deduksi, adalah proses berpikir dari hal-hal yang bersifat umum menuju pada bagian-bagian atau hal yang bersifat khusus.
Ada 2 :
a. Silogisme adalah penarikan kesimpulanberdasarkan pada suatu premis (pernyataan)
Premis ada dua :
(1) Premis umum/mayor, semua anggota golongan tertentu mempunyai sifat atau hal tertentu
(2) Khusus /minor, seseorang atau sesuatu adalah anggota golongan tertentu / hal tersebut.
Jenis silogisme :
(1) Silogisme positif, contoh :
P1=a-b Semua calon haji membayar ONH
P2=c-a Pak Amin calon haji
K =c-b Pak Amin membayar ONH
(2) Silogisme negatif, bila salah satu premis bersifat negatif , contoh:
P1= Semua pemilik motor tidak mendapatkan bensin
P2= Alung pemilik motor
K = Alung tidak mendapatkan bensin
(3) Silogisme salah, apabila premis tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak memenuhi syarat.
b. Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Rumus c=b karena c=a
Contoh : c = Dery, b = Tidak mau membolos, c = Siswa yang baik
Deri tidak mau membolos karena dia siswa yang baik
C B C A

Memo

Memo singkatan dari memorandum (Surat singkat yang digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu)
Pengertian Memo adalah surat peringatan tidak resmi yang berisi pesan ringkas untuk berbagai keperluan. Memo dapat berarti surat yang berisi catatan-catatan singkat tentang pokok-pokok persoalan.
Jenis memo ada 2 :
1. Memo yang bersifat dinas
2. Memo yang bersifat pribadi

PARTIKEL

Partikel adalah semacam imbuhan yang dalam ucapan tidak memiliki tekanan sendiri dan tidak merupakan kata karena tidak berdiri sendiri.

Macam partikel dari klitika :
1. Lah, berfungsi : untuk menghaluskan perintah, atau berfungsi menegaskan. Selain tiu digunakan untuk membedakan.
Contoh : Pakailah ! Tataplah ! Dialah ! Andilah yang datang (bukan orang lain)
2. Kah, berfungsi : untuk memberi tekanan pada kalimat tanya, menyatakan hal tak tentu
Contoh : Haruskah aku melakukannya ? Mahalkah atau tidak aku tak peduli !
3. Tah
4. Pun, berfungsi : untuk mengeraskan arti kata, dipakai bersama –lah. Pun terpisah dari kata di depannya (saya pun, kami pun dst.) tetapi ditulis serangkai dengan kata hubung (walaupun, meskipun, sungguhpun dst.). Pun juga berfungsi untuk menyamakan (Andi pergi, Susi pun pergi )
Contoh : Kami pun merasa bersalah
Matahari pun terbitlah

Ada partikel yang berasal dari kata depan :
Atas, tentang, akan, kepada, bagi, dari, dan lain-lain.
Fungsinya adalah :
1. untuk mempererat hubungan kata kerja dengan kata benda di belakangnya
2. untuk memberi penjelasan
3. hanya pada kalimat aktif intransitif
4. sebagai pengantar pelengkap ( dibelakang partikel adalah pelengkap, karena termasuk kalimat aktif intransitif)
contoh : Aku tidak percaya akan setiap janjinya
S P PEL
Contoh : Anak-anak haus akan hiburan terkenang akan
Ibu sayang akan anak-anaknya berdiskusi tentang
Iwan setuju dengan usul adik tidak percaya pada
Ia marah kepada saya berterima kasih atas

Partikel ( lah, kah, tah ) ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh : bacalah, adalah, apakah, siapakah, apatah dst
Partikel -pun terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh : satu kali pun, adik pun, ia pun, apa pun
Pun yang lazim dipadukan adalah : adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun
Per yang berarti mulai, demi, tiap, ditulis terpisah dengan kalimat yang mendahului atau mengikutinya.
Contoh : per 1 April, satu per satu, per helai

RAGAM BAHASA

Ragam bahasa ada beberapa macam, yaitu :
Ragam bahasa pers (jurnalistik), ciri-ciri :
1. Singkat, padat, menarik, jelas
2. Terdapat kata-kata aktual

Bahasa sastra
1. Konotatif
2. Multi interpretasi
3. Subjektif
4. Bahasa indah
Bahasa ilmu pengetahuan
1. Denotatif
2. 1 penafsiran
3. Objektif
4. Bahasa lugas
Bahasa iklan
1. Singkat, padat, menarik
2. Menggunakan gaya bahasa hiperbola
3. Mengandung sugesti, kalimat pendek
4. Mudah dipahami (kalimat efektif)
5. Bersifat paparan

FUNGSI BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia dalam peranannya sebagai bahasa persatuan mempunyai dua fungsi pokok :
1. Secara umum dan khusus
Secara khusus, mempunyai fungsi :
1. Praktis (alat komunikasi antarmasyarakat)
2. Estetis (alat pengungkap seni)
3. Sains (alat pengembang ilmu dan teknologi)
4. Filosofis (alat untuk menggali kebudayaan)
Secara umum, mempunyai fungsi :
1 Alat untuk menjalankan administrasi negara
2 Alat untuk mempersatukan suku
3 Wadah pembinaan sains dan teknologi

Sebagai bahasa negara dan bahasa nasional
Sebagai bahasa nasional:
1. Lambang kebanggaan nasional
2. Lambang identitas nasional
3. Alat pemersatu suku bangsa
4. Alat perhubungan antardaerah
Sebagai bahasa negara :
1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar dunia pendidikan
3. Alat perhubungan tingkat nasional
4. Alat pengembangan budaya dan teknologi

PENANDA HUBUNGAN

Penanda hubungan mempunyai fungsi : memadukan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf.

Macam penanda hubungan :
1. Menyatakan penunjukkan (penggunaan kata untuk menunjuk atau mengacu kata lain).
Contoh : ini, itu, tersebut, tadi, di atas, berikut ini, ……maka belajar itu penting
2. Penggantian (dengan kata ganti orang, klitika-nya, atau kata-kata seperti : ini, itu, sini, situ, sana, begini, demikian dsb.)
Contoh :Nina anak pandai, ia berkuliah di UGM, tinggal bersama kakaknya.
3. Pelesapan / elipsis (penghilangan unsur kalimat yang tersurat pada kalimat berikutnya)
Contoh : Ahmad akan naik haji. Sesudahnya (Ahmad) akan singgah di Singapura
4. Perangkaian (dinyatakan dengan kata-kata yang merangkaikan kalimat satu dengan kalimat yang lain)
Contoh : perihal, sebaliknya, jadi, maka, akibatnya, selain itu dan sebagainya.
Tutik tidak sarapan, akibatnya ia pingsan

IKLAN

Iklan adalah suatu pemberitahuan dari seseorang atau badan usaha yang ditujukan kepada khalayak ramai mengenai barang dan jasa yang dijual melalui media massa. Iklan dapat berarti media informasi yang menarik perhatiandan berfungsi untuk mengajak dengan menonjolkan kata-kata.

Fungsi iklan adalah :
1. sebagai alat promosi
2. sebagai alat komunikasi
3. sebagai alat informasi
Jenis iklan :
1 Iklan pengumuman (untuk mengumumkan informasi tertentu kepada masyarakat)
Contoh : reuni, pentas, lomba, bazar, diskon besar-besaran dsb.
2 Iklan penawaran / reklame (untuk menawarkan barang atau jasa)
Contoh : iklan sabun, rokok, kendaraan dsb.
3 Iklan permintaan (untuk mencari tenaga kerja atau kebutuhan barang dan jasa kepada masyarakat)
Contoh : iklan lowongan kerja, dicari, dibutuhkan, membuka lowongan dsb.

Ragam bahasa iklan :
1. Menarik, singkat, jelas dan tepat
2. Bahasa superlatif dengan ungkapan hiperbola (paling, ter-, super, maha dsb)
3. Kalimat pendek, mengandung sugesti
4. Mudah dipahami (efektif)

POSTER

Poster adalah : surat tempel atau plakat yang dipasang ditempat umum berupa pengumuman atau penawaran. Poster berasal dari bahasa Inggris bersinonim dengan kata placard, dalam bahasa Belanda disebut dengan plakkat atau dalam bahasa Indonesia berarti surat tempel.

Tujuan membuat poster adalah :
1. Untuk menawarkan barang (poster rokok, permen dsb)
2. Menghimbau atau memberitahu masyarakat (pajak, kenaikan BBM, iuran, pemberitahuan dsb)
3. Mendidik masyarakat (jauhi narkoba, ikutlah ber-KB)

Macam Poster :
1 Layanan masyarakat (penjelasan yang membentuk kesadaran masyarakat tentang suatu hal yang menyangkut kepentingan bersama). Contoh : pajak, KB dsb.
2 Informasi/ pengumuman (berisi kegiatan, peristiwa yang akan dilaksanakan). Contoh : bazar, lomba, pentas
3 Niaga (menawarkan barang dan jasa). Contoh : iklan rokok, roti, permen, bank dsb.

Langkah menyusun poster :
1 Tentukan subjek (apa yang diposterkan)
2 Merumuskan pesan yang hendak disampaikan kepada umum
3 Susun kalimat dengan singkat, padat, dan jelas (inti masalah dapat dibaca sambil lalu)
4 Gunakan kata-kata membujuk / sugestif

SLOGAN
Perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu
Contoh : TVRI menjalin persatuan dan kesatuan
BNI kunci segala situasi
Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah
SCTV ngetop !

IMBAUAN
Seruan atau ajakan kepada masyarakat luas untuk melakukan sesuatu
Contoh : mari menabung
Sukseskan Wajar 9 tahun
Jagalah kebersihan
Gunakan BBM engan bijak
PIDATO

Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan untuk menyampaikan pesan atau gagasan kepada pendengar.

Unsur pidato adalah :
1 Pembicara
2 Materi/bahan pidato
3 Audiens

Metode pidato :
1 Spontanitas / serta merta / impromtu : jenis pidato tanpa persiapan/improvisasi
2 Ekstemporan : membuat catatan hal-hal penting, atau membuat kerangka
3 Hafalan : menghafal naskah
4 Naskah : membaca teks, tidak terdapat interaksi kontak sehingga membosankan

Macam pidato :
1 Persuasi (mengajak pendengar melaksanakan sesuatu)
2 Bertindak (pidato persuasif berupa tindakan nyata yang diinginkan)
3 Argumentasi (untuk meyakinkan pendengar agar membenarkan pendapat pembicara)
4 Informasi (pidato untuk memberitahukan suatu hal)
5 Rekreatif (pidato menghibur pendengar)

Hal-hal yang diperhatikan dalam berpidato :
1 Sikap (tenang, tatap mula, atur mimik)
2 Suara (sesuai dimensi ruang)
3 Bahasa (dapat dipahami, variatif)
4 Gaya(wajar, sopa, bersahabat)

Langkah dalam menyusun pidato :
1 Maksud atau tujuan
2 Analisis calon pendengar
3 Pilih dan pusatkan pokok masalah natau topik
4 Kumpulkan bahan
5 Buat kerangka pidato
6 Mengembangkan kerangka
7 Latihan mimik, vokal, gesture dan penyajian

Sistematika Pidato :
a. Salam pembuka
b. Sapaan kepada yang hadir Pembukaan
c. Ucapan syukur

d. Tujuan/isi/manfaat Inti Pidato
e. Harapan

f. Ucapan terima kasih
g. Permohonan maaf bila ada ucapan yang salah Penutup
h. Salam penutup

Tujuan pidato :
1. Memberitahukan sesuatu kepada pendengar (menginformasikan)
2. Menghibur audien
3. Mempengaruhi pendapat dan mengajak/membujuk pendengar
4. Memotivasi, memberi semangat/dorongan moral kepada pendengar
5. Meyakinkan pendengar
6. Mengajak melakukan tindakan /menggerakkan pendengar

IMBUHAN

Imbuhan Ke-
Fungsi :
1 Membentuk kata bilangan tingkat ( kedua, ketiga, ketujuh, kesepuluh)
2 Membentuk k.bil kumpulan ( kesebelas orang itu terluka)
3 Membentuk k. benda ( kekasih, ketua, kehendak)
Nosi :
1 Menyatakan yang di- (kekasih, ketua, kehendak)
2 Menyatakan tingkat atau himpunan.

Imbuhan Pe-
Fungsi : Membentuk kata benda

Bentuk : pen-, peng, peny, pe, pem

Nosi :
1 Orang yang bekerja (petani, pelayan, pengarang, penanam)
2 Alat (peneropong, penutup, pemancar, perasa)
3 Mempunyai sifat ( pemalu, pemarah, penakut)
4 Orang yang gemar (perokok, peminum, pemadat, pecandu, pemabuk)
5 Yang menyebabkan (penyakit, pengharum, penghalus)
Pe- tidak berubah didepan huruf : l, r, w, y, m, n ( pelari, perakit, pewaris, pemakan, penasihat)

Imbuhan Se-
Fungsi :
1 Sebagai kata keterangan (semalam ia datang)
2 Sebagai kata sambung (sesudah makan ia pergi)
3 Tidak mengubah jenis kata

Nosi :
1 Satu (sebuah, sehari, setelah, sekelompok, sebatang, seorang)
2 Seluruh (se-Indonesia, sekampung, sedunia)
3 Sama dengan (sepandai, secantik, setinggi)
4 Sebanyak (semaumu, setahuku, sebisaku, seingatku, semampuku)
5 Setelah (sesampai, seusai, sekembali, sekembali, sepulang)

Imbuhan Me-
Fungsi : membentuk kata kerja transitif dan intransitif

Nosi :
1. Transitif :
1 Melakukan suatu perbuatan (menikam, mencium, menanam, menyanyi, menulis)
2 Perbuatan dengan alat seperti kata dasar (mencangkul, memarang, menyapu, menyabit, menombak)
3 Menghasilkan seperti kata dasar ( menyambal, melotis, merujak)
2. Intransitif :
1. Mengerjakan sesuatu (menari, menyanyi, merangkai, mendidik)
2. Menghasilkan (menelur, meringkik, mengeluh, mendesah, dsb.)
3. Berbuat seperti (membatu, membabi buta, memerah, menyatu)
4. Menghisap/ minum ( merokok, mengopi)
5. Dalam keadaan ( mengantuk, menganga )
6. Menuju ke arah (menepi, mendarat, menjauh)
7. Mencari / mengumpulkan (merotan, mendamar)
8. Memperingati (menujuh hari)
9. Menjadi (meninggi, memerah, mengencang, mengeras, menghebat)

RANGKUMAN

Rangkuman yaitu : menyajikan kembali isi sebuah bacaan secara singkat dengan kata-kata sendiri

Manfaat :
1. Mempermudah mengetahui isi sebuah bacaan
2. Memperpendek waktu jika akan membaca ulang sebuah bacaan
3. Membantu jika memerlukan cara praktis dan cepat

Langkah-langkah :
1. Membaca secara keseluruhan bacaan yang akan dirangkum
2. Mencari pikiran utama setiap paragraf
3. Menyusun kembali pikiran utama yang telah ditemukan menjadi sebuah karangan

Hal-hal yang diperhatikan dalam menyusun rangkuman :
1. Sebaiknya dalam merangkum menggunakan kalimat tunggal
2. Panjang rangkuman dapat disesuaikan dengan panjang pendek bacaan yang dirangkum
3. Gagasan asli pengarang/penulis arus dipertahankan
4. Penyusun rangkuman tidak boleh memasukkan gagasan baru kedalam rangkumannya.

FAKTA DAN OPINI

Fakta yaitu : sesuatu hal yang nyata / peristiwa yang benar-benar ada dan terjadi (segala hal yang kebenarannya tidak disangsikan lagi.
Contoh :
Daerah pegunungan berhawa sejuk
Ombak pantai selatan sangat besar
Presiden Susilo Bambang Yudoyono berasal dari Pacitan

Opini yaitu : pendapat, pikiran seseorang mengenai suatu hal yang belum tentu / belum pasti benar dan terjadi ( segala hal yang kebenarannya masih diragukan / belum pasti ]
Ciri-ciri : agaknya, kira-kira, diharapkan, dapat , mungkin, tidak mustahil, barangkali, akan dsb.

ISTILAH

Istilah yaitu kata atau gabungan kata untuk mengungkapkan suatu konsep, proses, keadaan, sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Contoh : hobi, fiksi, anjangsana, aklamasi, fiksi

Perbedaan kata dengan istilah :
Kata Istilah
Bermakna ganda
Bergantung pada konteks
Dapat terikat konotasi
Tiap daerah berbeda Bermakna satu (tunggal)
Tidak bergantung konteks
Netral
Dikenal secara umum/internasional

KATA KAJIAN (KATA ILMIAH) DAN KATA POPULER

Kata kajian (kata ilmiah) : kata yang biasa dipakai untuk kepentingan kajian keilmuan (kata yang dipakai dikalangan terbatas/ kalangan keilmuan)
Biasanya digunakan dalam laporan, skripsi, tesis, desertasi
Contoh : rangking, evaluasi, volume, argumen, karakter

Kata populer : kata yang dikenal dan dipakai dalam masyarakat luas
Contoh : peringkat, menilai, isi, pendapat, perangai.

One thought on “Bahan Ajar Bahasa Indonesia 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s