Bahan Ajar B. Indonesia 2

Bahan Ajar Ini Disusun Oleh Saifuddin A. S.Pd.
SMPN 2 Bandar Pacitan

PERIODISASI SASTRA

Periode sastra Indonesia dibagi menjadi beberapa versi berdasar pendapat beberapa tokoh sastra :
1. Ajib Rosidi, membagi :
Masa kelahiran (awal abad XX – 1945)
1 Periode awal abad XX-1933
2 Periode 1933-1942
3 1942-1945
Masa perkembangan (1945-kini)
1 1945-1953
2 1953-1961
3 1961- kini
2. HB. Jassin, membagi :
1 Sastra melayu lama
2 Sastra Indonesia modern

3. JS. Badudu, membagi :
Kesusastraan lama (angkatan lama)
1 Masa purba
2 Masa hindu Arab
Kesusastraan peralihan
1 Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi
2 Balai pustaka
Kesusastraan baru
1 PB
2 Angkatan 45 / angkatan baru
3 Angkatan muda
4. Usman Effendi :
1 Kesusastraan lama (…. -1920)
2 Kesusastraan baru (20-45)
3 Kesustraan modern (45-….)
5. Zuber Usman :
1 Kesusastraan Lama
2 Zaman peralihan (Munsyi)
3 Kesusastraan Baru
a. Z. BP (1908)
b. Z. PB (1933)
c. Z. Jepang (1942)
d. Z. 45
6. Sabaruddin Ahmad :
Kesastraan Lama
a. Dinamisme
b. Hinduisme
c. Islamisme
Kesastraan Baru
a. Masa Abdullah
b. Masa BP
c. Masa PB
d. Masa 45

FRASE
Morfem adalah unsur-unsur pembentuk kata.
Kata ialah bagian atau unsur kalimat yang dapat berdiri sendiri
Frase ialah satuan gramatik yang terdiri atas gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi

batas fungsi, jika ketiganya diurutkan maka :

Morfem ? kata ? frase
Ciri-ciri frase :
1 Minimal dua kata atau lebih
2 Ada ikatan makna yang membentuk 1 kesatuan
3 Tidak melebihi fungsi (S-P-O-K)

Frase dapat terjadi dari :
1. Kata dengan kata ? gadis cantik, hati hancur, orang tua
2. Frase dengan frase ? petani muda / sangat rajin, cincin berlian / milik Aladdin
3. Kata dan frase ? perwira / yang gagah berani, negeriku / indah permai

Macam frase :
F. eksosentris (frase yang unsur-unsurnya tidak dapat menggantikan fungsi frase tersebut)
Jenis frase eksosentris :
1 Preposisional ( di atas, kepada kawan, untuk dinikmati, bagi mereka, dengan baik)
2 Objektif / pelengkap ( membaca buku, menulis karangan, dsb)
3 Predikatif (ayahku datang, hujan turun, kayu potong)
4 Konjungtif ( ketika / ayah datang, asal / rajin belajar, karena / banjir menggenang)
F. endosentris (frase yang mempunyai distribusi dan fungsi yang sama dengan salah satu atau

semua unsurnya)
Jenis frase endosentris :
Atributif / bertingkat (salah satu unsur sebagai inti, yang lain sebagai penjelas)
Dibagi menjadi :
1 DM / diterangkan menerangkan (ayah saya, anak rajin, rumah makan)
2 MD / menerangkan diterangkan ( sudah membaik, dua buku, akan pergi)
3 MDM (akan senang sekali, dua anak laki-laki, seikat sayuran segar)
Koordinatif / setara (semua unsur frase setara atau sama)
1 Nomina (meja kursi, ayam itik)
2 Verba (makan minum, duduk berdiri, datang pergi)
3 Adjektif (besar kecil, indah mempesona, lemah lembut)
4 Sama arti ( cerdik pandai, mara bahaya)
5 Antonim ( tua muda, besar kecil, duduk berdiri, dsb)
6 Himpunan (nusa bangsa, kampung halaman, garpu sendok )
7 Keterangan (cerdik tangkas, cermat tepat)
8 Bilangan (dua puluh satu, satu dan dua, enam puluh lima)
Apositif / keterangan. Contoh : Ahmad – adik kandung Doni – suka berjoget
F. idiomatik (frase yang maknanya telah menyatu sehingga membentuk makna baru)
Dibagi menjadi 2 :
a. Idiom penuh (makna tergambar dari seluruh unsur frase tersebut)
Contoh : memeras keringat, membanting tulang, menjual gigi
b. Idiom sebagian (salah satu unsur tetap makna leksikal)
Contoh : daftar hitam, harga mati

PERIODISASI SASTRA

Angkatan Balai Pustaka disebut juga angkatan 20-an, angkatan Sitti Nurbaya. Disebut angkatan

Sitti Nurbaya karena dulu roman yang paling populer pada masa itu adalah Sitti Nurbaya, walaupun

Sitti Nurbaya bukam merupakan novel atau roman yang pertama diciptakan. Balai Pustaka berasal

dari Komisi Bacaan Rakyat yang berubah nama pada tahun 1917.

Ciri-ciri Balai Pustaka :

1 Unsur pendidikan menonjol
2 Bahasa klise dan diperindah
3 Kebanyakan berlatar belakang adat minang
4 Pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda
5 Sudut pandang orang ke-3
6 Pakaian ala orang barat
7 Tokoh berwatak hitam putih
8 Dialognya panjang-panjang
9 Diselingi isi surat dan pantun
10 Romantis sentimentil

Puncak karya sastra :
1 Sitti Nurbaya (M. Rusli)
2 Azab & Sengsara (Merari Siregar), merupakan novel pertama

Pengarang / pujangga BP :

Marah Rusli
1 Sitti Nurbaya
2 La Hami
3 Anak dan Kemenakan
4 Memang Bodoh
Nur St Iskandar
1 Neraka Dunia
2 Katak hendak jadi lembu
3 Hulubalang raja
4 Salah pilih
5 Karena mertua
6 Mutiara
7 Jangir bali

Abdul Muis
1 Salah asuhan
2 Sebatang kara
3 Surapati
4 Pertemuan jodoh
Aman Datuk Majoindo
1 Si Doel anak Betawi
2 Menebus dosa
3 Si cebol merindukan bulan
4 Rusmala dewi
5 Gadis durhaka

I Nyoman Panji Tisna
1 Sukreni gadis Bali
2 Ni Rawit ceti penjual orang

Tulis Sutan Sati
1 Tidak tahu membalas budi
2 Sengsara membawa nikmat
3 Sabai nan aluih
4 Tak disangka
5 Syair Sitti Markamah yang sholeh
6 Syair Rosina

M. Siregar
1. Azab dan sengsara
2. Si Jamin dan Johan
Hamka
1 Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
2 Di bawah lindungan Kabah
3 Ayahku
4 Merantau ke Deli
5 Kena fitnah
6 Dijemput mamaknya

M. Kasim
1 Teman duduk (cerpen)
2 Pemandangan dalam dunia anak-anak
3 Muda teruna

PUJANGGA BARU

Pujangga Baru adalah nama majalah bahasa dan sastra yang terbit tahun 1933, diasuh oleh STA,

Amir Hamzah, Armyn Pane, (pelopor Pujangga Baru). PB nerupakan tanda lahirnya sastra Indonesia

dan berakhirnya sastra Melayu. Tujuan PB adalah kemajuan bahasa, sastra dan budaya Indonesia.

Ciri-ciri PB :
1 Bertemakan persatuan
2 Romantis idealis
3 Puncak karya sastra : Layar Terkembang
4 Pengaruh angkatan 1880 negeri Belanda (terutama YE. Tatengkeng)

Sastrawan PB :
STA (Sutan Takdir Alisyahbana)

1 Tebaran Mega
2 Puisi Lama
3 Puisi Baru
4 Layar Terkembang
5 Dian Tak Kunjung Padam
6 Anak Perawan di Sarang Penyamun
7 Tak Putus Dirundung Malang
8 Tata Bahasa Indonesia I, II
9 Grotta Azzura
10 Kalah dan Menang
11 Niko Dan

Amir Hamzah (Raja penyair angkatan PB, ciri puisinya : religius Islam, sendu, sedih)
1 Nyanyi Sunyi (1937)
2 Setanggi Timur (1939)
3 Buah Rindu (1941)

Sanusi Pane (Puisinya mengandung filsafat Hindu)
1 Puspa Mega(1927)
2 Madah Kelana (1931)
3 Manusia Baru Drama /
4 Sandyakalaning Majapahit Kumpulan drama

Hamidah
1 Kehilangan Mestika
2 Dsb.

Armyn Pane
1 Belenggu
2 Lenggang Kencana
3 Jiwa Berjiwa
4 Kisah Antara Manusia
5 Jinak-jinak Merpati

Suman HS (pelopor cerpen Indonesia)
1. Mencari Pencuri Anak Perawan
2. Kawan Bergelut (kumpulan cerpen 1938)
3. Kasih Tak Terlerai
4. Percobaan Setia
JE. Tatengkeng
1. Anakku
2. Rindu Dendam

Perbedaan antara BP dengan PB :
1 Balai Pustaka mempermasalahkan paham daerah / adat sedangkan PB meningkat pada masalah

paham kebangsaan, nasionalisme, perjuangan dan emansipasi
2 Balai Pustaka bersifat romantis sentimentil, PB romantis idealis
3 Pada BP bertema masalah kaum muda VS kaum tua serta kawin paksa,sedang pada PB bertema

persatuan

ANGKATAN 45

Angkata 45 merupakan istilah pemberian Rosohan Anwar. Selain nama tersebut terdapat nama lain,

yaitu :
1 Angkatan Chairil Anwar
2 Angkatan Jepang
3 Angkatan Pembebasan
Pelopor angkatan 45 adalah :
1 Puisi : Chairil Anwar
2 Prosa : Idrus
3 Drama : Usmar Ismail
Ciri-ciri angkatan 45 :
1 Mementingkan isi daripada bentuk
2 Pengaruh pujangga dunia (Rusia, Itali, Belanda, Prancis)
3 Pandangan humanisme liberal
4 Bercorak realistis
5 Modern, munculnya karya sastra modern pendobrak nilai-nilai lama dalam mencipta karya

sastra
Sastrawan angkatan 45 :

ANGKATAN 66

Angkatan 66 adalah nama pemberian HB Jassin.

Sebab-sebab lahirnya angkatan 66:
1 Pergolakan politik masyarakat
2 Wujud demonstrasi anti orde lama
3 Lahirnya puisi dan karya sastra anti tirani lainnya. Contoh :
a. Tirani dan Benteng (Taufik Ismail / Nur Fajar)
b. Mereka Telah Bangkit (Bur Rasuanto)
c. Perlawanan (Mansyur Samin)
d. Pembebasan (Abdul Wahid Situmeang)

Ciri-ciri angkatan 66 :
a. Tema protes sosial dan politik
b. Bercorak realisme
c. Karya dominan kritik sosial

Sastrawan angkatan 66 :

SASTRA

Sastra berarti tulisan, karya, kitab. Berasal dari bahasa Sanskerta ?astra. Dari sastra kemudian

diturunkan kata susastra dan kesusastraan. Susastra berarti bahasa atau tulisan indah, sedangkan

kesusastraan berarti karya manusia dengan bahasa sebagai alat atau media pencurahan baik lisan

maupun tulisan yang menimbulkan rasa estetis dan dapat menggetarkan jiwa pembacanya.

Aliran sastra adalah aliran atau haluan pendapat yang dijadikan pedoman pengarang sehubungan

dengan karya sastra yang diciptakannya. Aliran sastra dibagi menjadi :
1. Romantisme : mengutamakan perasaan dan dunia khayal, penuh mimpi, fantasi yang serba

indah, contoh Sitti Nurbaya dan Hikayat Si Miskin
2. Realisme : melukiskan kenyataan yang terdapat dalam kehiduman sebenarnya. Contoh : Dari

Ave Maria, Keluarga Gerilya
3. Naturalisme : melukiskan kenyataan lebih dari realisme, jelek tetap jelek, baik dan

buruk bahkan sesuatu yang menjijikkan. Contoh : Belenggu dan Jalan Tak Ada Ujung
4. Idealisme : melukiskan cita-cita yang muluk-muluk, melambung. Contoh : Layar Terkembang,

Pertemuan Jodoh
5. Simboli : melukiskan sesuatu dengan lambang-lambang. Contoh : Tinjaulah Dunia Sana,

Keluhan Pohon Mangga
6. Psikologisme : mengungkapkan perilaku kejiwaan manusia, tidak sekedar perilaku ilmiah.

Contoh : Belenggu dan Atheis
7. Surealisme : melukiskan angan-angan dan kenyataan yang bercampur aduk, meloncat-loncat

dari khayal ke alam nyata dan sebaliknya, penuh kesuraman. Contoh : Merahnya Merah, Berhala
8. Mistisisme : melahirkan ciptaan-ciptaan berdasar hal-hal gaib, penuh misteri. Contoh :

Nyanyi sunyi dan Syair Perahu
9. Ekspresionisme : melukiskan pandangan jiwa, curahan rasa cinta, benci, cetusan perasaan

jiwa sendiri. Contoh : Doa
10. Impresionisme : lukisan segala sesuatu yang dilihat dan dialami tetapi yang dipentingkan

hanya kesan sesaat, didasarkan penginderaan semata. Contoh ; sastra Zaman Hindu dan Islam,

terjemahan “Maria Rilke” oleh Chairil

Aliran sastra di atas dibagi menjadi dua kategori besar :
1. Realisme, terdiri dari : Naturalisme (Rendra) dan Impresionisme
2. Ekspresionisme (Chairil Anwar), terdiri dari simbolisme, psikologisme, mistis dsb

Karya sastra dibagi menjadi 3 :

Prosa
Prosa berasal dari bahasa latin oratis propersa (ucapan langsung). Prosa adalah karya sastra

yang menggunakan media bahasa secara bebas, tidak terikat aturan-aturan seperti dalam sajak.

Unsur-unsur dalam cerita / prosa fiksi dibagi menjadi 2:
1. Unsur intrinsik, unsur dalam karya sastra yang membangun cerita karya sastra itu sendiri
Unsur intrinsik terdiri dari :

a. Tokoh / karakter / watak
b. Plot (alur cerita)
c. Setting (latar belakang cerita)
d. Tema
e. Point of view (sudut pandang pengarang)
f. Amanat
g. Gaya bahasa

2. Unsur ekstrinsik, unsur diluar karya sastra yang turut membangun dan melatar belakangi

terciptanya karya sastra itu
Unsur ekstrinsik terdiri dari :
a. Sejarah
b. Latar belakang masyarakat saat karya sastra itu diciptakan
c. Latar belakang pengarang
d. Agama
e. Sosial budaya
Keterangan unsur intrinsik :
1. Alur cerita dibagi menjadi 3:
a. Alur progresif / linear / terusan / maju : alur yang bergerak maju dari awal sampai

dengan akhir cerita (Belenggu-Armyn Pane, Salah Asuhan-Abdul Muis)
b. Alur flashback / sorot balik / mundur : alur yang menceritakan peristiwa secara mundur

atau kilas balik (Atheis-Achdiat Kartamiharja)
c. Alur campuran / majemuk / compound plot : campuran alur maju dengan alur mundur
2. Tokoh, cara menampilkannya :
a. Pengarang menjelaskan secara langsung
b. Melalui percakapan para pelakunya sendiri, atau dalam SMU ada 3 cara :
c. Metode analisis, yaitu deskripsi tokoh secara langsung baik fisik, psikis, kedudukan

atau status sosialnya
d. Metode dramatisasi, yaitu deskripsi tokoh tidak secara langsung tetapi melalui alur

cerita
e. Metode kontekstual, yaitu deskripsi watak tokoh melalui konteks bahasa, misalnya buaya =

hidung belang
3. Amanat / hikmah adalah pesan yang disampaikan pengarang pada pembaca, bisa lebih dari

satu amanat
4. Tema adalah gagasan atau ide yang mendasari dan menjiwai cerita, ada 2 :
a. Tema tradisional adalah tema yang berpangkal pada pola lama (baik buruk, benar salah,

pengabdian masyarakat, cobaan atau kesulitan berserah pada Tuhan)
b. Tema modern yaitu tema yang berpangkal pada pola berpikir modern (kenyataan / fakta,

perlawanan terhadap nasib)
5. Watak adalah segala cara melukiskan sikap dan kepribadian para pelaku / tokoh termasuk

sikap lahir dan batin. Watak ada 3:
a. Watak psikologis : kejiwaan tokoh / temperamen (sabar, baik, pemarah, pendendam dsb)
b. Watak pisik : ciri dan bentuk tubuh
c. Watak sosiologi : kedudukan dan pangkat tokoh dalam masyarakat
6. Macam sudut pandang :
a. Pengarang sebagai pelaku utama cerita (orang I sertaan) : menggunakan “aku” dalam

cerita, seolah dialami oleh tokoh atau pengarang sendiri
b. Pengarang ikut main tetapi bukan sebagai pelaku utama (orang I tak sertaan) :

mengisahkan orang lain sebagai tokoh utama, pengarang juga terlibat dalam cerita
c. Pengarang serba tahu (orang ke III serba tahu) : dengan “dia” , “ia”, “mereka”,

pengarang serba tahu, bahkan pikiran para pelaku
d. Pengarang sebagai peninjau (orang ke III terbatas) : pengarang hanya menceritakan apa

yang dilihatnya, pengarang tidak tahu jalan pikiran atau apa yang dilakukan oleh pelaku cerita.

Prosa terbagi menjadi 3 :
1. Prosa lama
Terdiri dari :
1. Hikayat (cerita tentang raja-raja)
2. Panji (cerita kepahlawanan/ epos/ wiracarita/ hikayat jawa)
3. Tambo (cerita dan sejarah)
4. Dongeng, terdiri dari :
a. Fabel (cerita binatang)
b. Legenda (cerita tentang asal-usul terjadinya tempat)
c. Mite (cerita atau dongeng makhluk halus, roh, dewa dengan unsur gaib)
d. Sage (sejarah, cerita sejarah yang dibumbui dengan kisah pahlawan yang fantastis)
2. Prosa baru
Terdiri dari :
a. Novel, certa yang mengisahkan kehidupan luar biasa yang dialami oleh tokoh cerita yang

mengakibatkan perubahan nasib tokoh tersebut.
b. Roman, cerita yang mengisahkan sebagian besar kehidupan tokoh hingga tokoh tersebut

meninggal dunia.
c. Cerpen, cerita yang melukiskan satu bagian peristiwa kehidupan yang dialami oleh

pelakunya
d. Kisah, cerita tentang hal-hal yang dialami dan diamati pengarang dalam perjalanan
e. Essay, kupasan masalah sosial, budaya, sastra / karangan yang mengupas suatu pokok

masalah yang dipengaruhi oleh pikiran, ide,dan cita-cita pengarang sehingga karangan tersebut

bersifat subjektif
Contoh : Kesusastraan Indonesia modern dalam kritik dan essay – HB Jassin
Tentang Amir Hamzah – LH Bohang
f. Kritik, adalah karangan yang mengulas baik atau buruknya karya sastra
g. Autobiografi, adalah karangan yang menceritakan riwayat hidup pengarang sendiri
Contoh : Hikayat Abdullah-Abdullah
Kenang-kenangan hidup-HAMKA
h. Biografi, adalah karangan yang menceritakan atau menguraikan riwayat hidup orang lain
Contoh : Ir. Soekarno – Yunan Nasution
i. Bunga rampai : karangan yang memuat berbagai macam jenis karangan yang dikarang oleh

orang lain, bentuk dan isinya bermacam-macam. Contoh : sepuluh orang sastrawan Indonesia – Usman

Effendi
3. Prosa liris
Adalah jenis karangan yang mementingkan irama dan pilihan kata

Perbedaan antara prosa lama dengan prosa baru :

1. Statis
2. Istana sentris
3. Alam khayal/imajinasi
4. Anonim
5. Dipengaruhi India dan Arab
6. Dinamis
7. Masyarakat sntris
8. Dunia nyata / realistis
9. Pengarang disebut namanya
10. Tertulis

11 Kolektif (milik bersama) dan lisaniah
12 Aliran romantis

Ciri-ciri prosa :
1 Bebas dari aturan puisi
2 Kata-kata bersifat denotasi
3 Disusun perbab menjadi sebuah wacana baru
4 Terdapat tokoh cerita
5 Terdapat amanat cerita / kesan / ajaran
6 Menampilkan konflik, alur, setting dan unsur pembangun lain

Puisi

Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya mengutamakan keindahan bahasa dan kepadatan

makna
Puisi menurut bentuknya dibagi menjadi 2 :
1. Puisi bebas (puisi yang tidak terikat bait, baris, dan rima)
2. Puisi berpola (puisi yang susunan lariknya mempunyai bentuk-bentuk berpola yang

geometris, terikat aturan baris dan bait.
Unsur puisi :
1 Tema : ide atau gagasan yang melandasi puisi
2 Suasana : gambaran keadaan dan perasaan dari penyair
3 Simbol : upaya menyatakan sesuatu diluar arti kata
4 Musikalitas : rangkaian kata dalam keseluruhan sajak
5 Gaya bahasa : majas dalam puisi
6 Citraan atau imaji : gambaran angan oleh penyair dalam puisi
Citraan dapat berarti gambaran atau kesan yang ditimbulkan oleh setiap kata atau kalimat dalam

puisi.
Citraan dibagi menjadi :
1. Citraan penglihatan (teja cerawat gemilang, menjadi pudar padam cahaya)
2. Citraan pendengaran (blek-blok, blek-blok hanya selagu sepanjang dendang)
3. Citraan perabaan (selembut butiran embun)
4. Citraan pengecapan (manis gula-gula, bunyi merek promosi)
5. Citraan penciuman (harum berbau, semerbak mewangi)
6. Citraan gerak (daun bergoyang menjatuhkan embun)

Ciri puisi :
1 Karangan terikat
2 Terdiri dari larik dan bait
3 Terdapat pertalian makna tiap baitnya
4 Mempunyai irama yang merupakan unsur keindahan puisi
5 Menggunakan kata konkret maupun abstrak

Nilai puisi :
a. Kenikmatan : kenikmatan dalam membaca puisi/merasakan keindahan puisi saat membaca

puisi tersebut.
Unsur kenikmatan puisi :
1 Keindahan bunyi (rima dan irama)
2 Keindahan diksi
3 Keindahan bahasa kias/ungkapan/majas
4 Keindahan citraan
b. Hikmah : memahami pesan, amanat, nasihat yang dikandung dalam puisi sehingga pembaca

menjadi arif dan lebih mengerti
Irama adalah : keras lembut, tinggi rendah (nada), panjang pendek (tempo), dalam puisi.
Rima adalah : persamaan bunyi akhir dalam puisi
Jenis rima adalah :
Berdasar pengulangan bunyi :
1 Rima penuh / sempurna, ulangan suku kata akhir semua sama : a a a a
2 Rima tak sempurna / asonansi, ulangan suku kata haya sebagian yang sama : dah kah dah

tah
3 Rima aliterasi ulangan bunyi pada bagian awal suku kata :
a. sumpah……
b. sungguh….
c. Sujud…..
d. Susah …..
4 Rima mutlak terdiri atas pengulangan seluruh kata,
a. Mereka…….
b. Mereka …….
c. Mereka ……..
5 Rima rangkai, tersusun sama semua larik puisi
a. a a a a
6 Rima rangka, perulangan dengan perubahan konsonan dalam kata : mondar-mandir,

pontang-panting

Berdasar letak rima dalam baris :
1. Rima awal,rima yang terletak pada awal baris
Dari……..
Dari……….
2. Rima tengah, rima di tengah baris puisi
………aku………
………aku………
3. Rima akhir, rima yang terletak di akhir baris
…………….kemari
…………….kucari
Berdasar susunan vertikal :
1 Rima sama/terus/akhir baris sama : aaaa bbbb
2 Rima bersilang : ab ab cd cd
3 Rima berpeluk : abba deed
4 Rima berpasangan : aa bb cc
5 Rima patah : aaba

Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah :
1 Pelafalan / pembacaan (jelas, jernih, dan lancar)
2 Pengelompokkan kata harus tepat
3 Intonasi benar
4 Penjiwaan serasi
5 Mimik / ekspresi dan gestur tepat
Ragam bahasa puisi :
1. bahasa indah/estetis
2. mengandung banyak makna
3. terkandung simbol-simbol/bahasa piguratif yang mengacu pada makna atau maksud tertentu

dari pengarang
4. bersifat konotatif, penuh dengan penggunaan gaya bahasa atau majas
5. singkat, padat, sarat akan arti atau makna
Keindahan puisi terletak pada :
1 Diksi atau pilihan kata
2 Pengelompokan kata
3 Ungkapan
4 Gaya bahasa
5 Perulangan bunyi
Jenis puisi :
Puisi Lama
1 Pantun ( puisi lama 4 larik, berima silang abab, sampiran dan isi)
2 Karmina (puisi kilat, 2 larik, berisi nasihat, cinta, sendau gurau, berima aa)
3 Mantra (puisi yang berisi doa pemujaan)
4 Talibun (puisi 4 larik/genap, abcd abcd, ada isi dan sampiran)
5 Seloka (pantun berkait, 2 bait, ab ab, sindiran)
6 Gurindam (puisi tamil, 2 barisa, aa, berisi nasihat atau sindiran)
7 Syair (4 baris, aaa, tidak ada sampiran, bersi dongeng atau cerita)
8 Bidal ( bahasa berhias/kiasan)
Beda syair dengan pantun :

Syair Pantun
1 Sastra asing
2 Tidak ada sampiran dan isi
3 Sajak aaaa
4 Isi pada seluruh baris
5 Sastra tulis

1 Isi terdapat pada baris 3 dan 4
2 Merupakan sastra lisan
3 Indonesia asli
4 Terdapat sampiran dan isi
5 Ab ab

Beda karmina dengan gurindam :

Karmina Gurindam
1 Indonesia
2 Terdapat sampiran dan isi
3 Rima a a
4 Isi jenaka, percintaan
1 Baris 1 dan 2 terdapat hubungan sebab akibat
2 Rima aa
3 Berisi nasihat
4 India

Puisi Baru
Sajak

1 Distikon terdiri dari 2 baris
2 Tersina terdiri dari 3 baris
3 Quantrin terdiri dari 4 baris
4 Quint terdiri dari 5 baris
5 Sektet terdir dari 6 baris
6 Septima terdiri dari 7 baris
7 Stansa terdiri dari 8 baris

Soneta, berasal dari kata Sonetto atau sonate (bunyi atau suara).
Soneta Indonesia dipengaruhi oleh Dante dan Petraica, berasal dari Italia. Soneta lahir sejak

zaman Yunani. Di Indonesia dipelopori oleh Dr. Muh. Yamin pada tahun 1930. Soneta terdiri dari

14 baris dibagi menjadi 4 yaitu 4 4 sampiran dan 3 3 isi
Puisi Modern
Dipelopori oleh Chairil Anwar, jenisnya adalah :
1 Himne adalah puisi yang berisi pujaan terhadap tuhan
2 Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap orang yang dicintai atau dikagumi
3 Satire adalah puisi yang berisi sindiran sosial
4 Elegi adalah puisi yang berisi ratapan kesedihan atau cerita sedih
5 Balada adalah puisi yang berisi cerita kepahlawanan
6 Romansa adalah puisi yang berisin luapan cinta

Drama
Drama adalah cerita yang ditulis dalam bentuk dialog disertai peran yang dimainkan oleh para

pelakunya. Drama dapat didefinisikan karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui

tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan.
Struktur drama :
1. tema (ide, amanat, gagasan yang melandasi karya drama tersebut)
2. alur (rangkaian atau jalinan cerita)
3. dialog (percakapan antar pelaku)
4. gerak (gerak dan ekspresi mimik / penjiwaan jalan cerita)
5. karakter/perwatakan/penokohan
6. pementasan
Percakapan dalam drama dibagi menjadi :
1. epilog (pembicaraan penutup atau akhir pentas oleh seorang pemain)
2. dialog ( percakapan dua orang pelaku atau lebih)
3. monolog ( percakapan oleh seorang pemain)
4. prolog ( pengantar sebelum peristiwa berlangsung)
Langkah menulis drama :
1. menentukan tema
2. menentukan tujuan
3. menentukan pelaku dan watak tokohnya
4. menentukan setting, dialog, musik
5. membuat plot (alur/jalan cerita)
Anatomi drama :
1. babak (episode)
2. adegan (rangkaian peristiwa dengan ditandai muncul dan perginya para tokoh)
3. dialog (percakapan)
4. petunjuk pengarang (bagian naskah yang memberi penjelasan kepada pembaca atau awak

pentas pada naskah yang ditulis di dalam kurung)
5. prolog (pengantar drama)
6. epilog (penutup drama)
7. solilokui (ungkapan perasaan pikiran tokoh yang diucapkan pada diri sendiri)
8. aside (dialog yang ditujukan kepada penonton)
Macam-macam drama :
1 tragedi : drama tentang kisah-kisah menyedihkan dan tragis (Romeo dan Juliet – William

Shakespare)
2 komedi : drama yang berisi kisah-kisah lucu / menggelikan (Liburan Seniman – Usmar

Ismail)
3 tragedi komedi : drama yang menggambarkan kesedihan disamping kegembiraan (Saija dan

Adinda – Multatuli)
4 opera : drama dengan iringan musik (Julius Caesar – Muh. Yamin)
5 pantomim : drama yang menekankan pada gerakan tubuh
6 tablo : drama yang hanya dilakukan dengan lisan (seperti sandiwara radio)
7 sendratari : drama dengan tarian dan iringan gamelan atau musik (Jaka Tarub, Ramayana)
8 kloset : drama yang khusus hanya dibaca saja

ROMAN

Roman adalah karangan yang menceritakan kehidupan manusia sejak kecil hingga meninggal dunia.

Roman juga berarti karangan yangmenceritakan sebagian besar kehidupan tokohnya sampai mati.

Berdasarkan isinya roman dibagi menjadi :
1 Roman adat, roman yang membicarakan masalah adat yang tidak sesuai dengan perkembangan

zaman (Azab dan Sengsara-Merari Siregar, Salah Asuhan-Abdul Muis, Asmara Jaya-Adinegoro)
2 Roman bertendens, roman yang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat (Layar

Terkembang-STA, Sitti Nurbaya-Marah Rusli)
3 Roman sejarah, roman yang ceritanya diambil dari kehidupan lampau dan berhubungan dengan

sejarah (Gajah Mada dan Diponegoro-Muh. Yamin)
4 Roman simbolik, roman yang melukiskan kehidupan manusia dengan simbol-simbol (Tinjaulah

Dunia Sana-Maria Amin, Taufan di Atas Asia-Abu Hanifah/El Hakim)
5 Roman sosial, roman yang membicarakan peristiwa-peristiwa yang ada dalam masyarakat

(Sukreni Gadis Bali-I gusti Panji Trisna, Hati Nurani Manusia-Idrus)
6 Roman detektif, adalah roman yang berhubungan dengan cerita rahasiah kejahatan

(Percobaan Setia-suman HS, Cincin Stempel-Ardi Soma)
7 Roman kejiwaan adalah roman yang menguraikan kehidupan batin pelakunya (Atheis-Achdiyat,

Belenggu- Armyn Pane)
8 Roman keagamaan, roman yang isinya bertema agama (Kemarau-AA Navis,Perjanjian dengan

Maut-Haryadi)
9 Roman picisan, roman yang murahan, dikarang hanya untuk memperoleh untung (Gadis Empat

Zaman-Zalekha, Medan Diwaktu Malam-M. Taufik)

CERPEN

Cerpen adalah karangan pendek dalam bentuk prosa. Cerpen dapat juga berarti cerita yang

melukiskan satu bagian peristiwa kehidupan yang dialami oleh pelakunya.

Ciri-ciri cerpen :
1 Cerita fiktif atau rekaan
2 Pokok cerita terfokus pada satu aspek cerita saja (kesan tunggal)
3 Mengungkapkan hal yang penting-penting saja (singkat, padu dan intensif/ brevity, unity,

intensity)
4 Menyajikan peristiwa dengan jelas

Pelopor cerpen Indonesia adalah Suman HS dan M. Kasim
Perbedaan dengan Novel :

Cerpen Novel
1 Alur sederhana
2 Tokoh sedikit
3 Setting dilukiskan terbatas
4 Tema masalah sederhana

1 Tema masalah yang kompleks dan mempunyai tema-tema bawahan
2 Alur rumit dan panjang terdiri dari beberapa alur
3 Setting luas dan lebih mendetail
4 Banyak karakter tokoh

Jenis cerpen :
1 Cerpen pendek (short short story) terdiri dari 5000 kata/12 hal folio
2 Cerpen panjang (long short story) terdiri dari 10. 000 kata/ sekitar 20-30 hal folio

NOVEL
Novel berasal dari kata Novellus atau novies, yang berarti baru. Novel adalah karangan yang

menceritakan kehidupan yang luar biasa yang dihadapi oleh tokoh yang mengakibatkan perubahan

nasib tokoh tersebut.

Ciri-ciri novel adalah :
1 Perubahan nasib tokoh cerita
2 Ada beberapa episode dalamm kehidupan tokoh utama
3 Tokoh biasanya tidak sampai mati

Pelopor Novel Indonesia : Idrus

Macam-macam novel :
1 Novel percintaan novel yang berisi kisah-kisah cinta yang romantis
2 Novel petualangan
3 Novel fantasi
4 Novel plot atau kejadian adalah novel yang menitikberatkan pada kejadian yang penuh

ketegangan dan surprise. Contoh : Hulubalang Raja karya Nur Sutan Iskandar
5 Novel watak adalah novel yang menitikberatkan pada unsur karakter atau watak tokoh.

Contoh : Atheis
6 Novel tematis adalah novel yang menekankan pada unsur tema atau persoalan dalam cerita

(sosial, agama, politik dan sebagainya)

One thought on “Bahan Ajar B. Indonesia 2

  1. What’s up i am kavin, its my first occasion to commenting anywhere, when i read this piece of writing i thought i could also make comment due to this brilliant piece of writing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s