Rangkuman materi kelas 8

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2
1. Menemukan Pokok Berita
Berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian peristiwa yang hangat. Atau bisa disebut juga kabar. Berita disiarkan lewat media cetak dan media elektronika. Wartawan dalam meliput peristiwa berpedoman pada 5 W + 1 H (What, who, when, where, why, dan how). Hasil jawaban dari pertanyaan itu dikemas dalam bentuk berita.
Cara menyimak berita antara lain, sebagai berikut:
1. Simak baik-baik berita yang didengar;
2. Catat pokok-pokok beritanya;
3. Perluas pokok-pokok berita itu dengan kalimat penjelas;
4. Menuliskan kembali isi berita secara singkat,tapi jelas.
Contoh:
City Farming dan Hidroponik Citra Pertanian Modern
Tribunnews.com, Medan-Kian minimnya lahan pertanian di Medan akibatnya tingginya laju konversi ke sektor perumahan harus segera ditindaklanjuti dengan menjalankan sistem pertanian city farming dan hidroponik, yang sering disebut sebagai sistem pertanian modern. Dari penuturan Manajer Riset Development Information Communication and Technology Bitra Indonesia, Iswan Kaputra, dua sistem pertanian tersebut sangat tepat diterapkan di Medan, mengingat potensi lahan di kota ini kian deras. “Umumnya kalau untuk kawasan perkotaan cocok menerapkan sistem hidroponik karena sistem ini tidak membutuhkan media tanah hanya memerlukan tabung dan media air. Sementara untuk wilayah urban atau pinggiran sesuai dengan sistem city farming karena masih membutuhan media tanah untuk menanam,” ujar Kaputra di kantornya, Kamis (24/5/2012).
 Pokok-pokok berita:
Apa : Sistem pertanian city farming dan hidroponik
Siapa : Iswan Kaputra
Di mana : di Medan
Kapan : Kamis tanggal 24 Mei 2012
Mengapa : Karena minimnya lahan pertanian akibat tingginya laju konversi ke sektor perumahan
Bagaimana : a. Kawasan perkotaan cocok dengan sistem hidroponik.
b. Kawasan pinggiran cocok dengan sistem city farming.
 Menyampaikan isi berita dengan singkat dan jelas:
Iswan Kaputra pada hari Kamis tanggal 24 Mei 2012 di Medan menyampaikan tentang sistem pertanian city farming dan hidroponik. Hal itu untuk mengantisipasi minimnya lahan pertanian akibat tingginya laju konversi ke sektor perumahan. Sistem hidroponik cocok untuk perkotaan dan city farming untuk kawasan pinggiran.
2. Diskusi
Diskusi merupakan suatu bentuk kegiatan yang terdiri atas beberapa orang untuk bertukar pikiran atau pendapat guna mencari pemecahan permasalahan.
Orang yang memimpin diskusi disebut moderator. Notulis berperan sebagai pencatat hasil diskusi. Orang yang menyajikan uraian dari tema permasalahan adalah penyaji atau pembicara. Adapun penyajian tersebut akan ditanggapi oleh peserta diskusi.
Cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan adalah sebagai berikut.
a. Persetujuan adalah penyampaian pendapat yang sama dengan topik yang dibahas.
Contoh:
 Saya sependapat dengan Saudara, karena …
 Saya sangat setuju dengan pendapat Saudara … sebab …
 Menurut saya pendapat Saudara benar … karena ….
b. Sanggahan adalah penyampaian pendapat yang berbeda dari peserta diskusi yang lain. Sanggahan disampaikan secara santun agar tidak memicu emosi dan harus disertai alasan logis.
Contoh:
 Pendapat Anda sebenarnya baik, tetapi…..
 Saya mempunyai pendapat berbeda dengan Saudara. Menurut saya ….
 Pendapat saya berbedan dengan pendapat Anda. Pendapat saya ….
c. Penolakan adalah penyampaian pendapat yang tidak setuju dengan pendapat peserta lain.
Contoh :
 Saya kurang setuju dengan pendapat Saudara karena ….
 Maaf saya tidak setuju dengan pendapat Anda sebab ….
Bagaimana diskusi tentang pemakaian HP di sekolah?
Penyaji/ Pembicara: Pemakaian HP di sekolah memudahkan siswa dalam berkomunikasi dengan orang tua dan mencari informasi di internet.
Persetujuan : Saya sependapat dengan pendapat penyaji karena memang kita sudah memasuki budaya digital sehingga pemakaian HP akan memudahkan dalam mencari informasi di internet.
Penolakan : Saya kurang setuju dengan pendapat Anda karena membolehkan siswa menggunakan HP di sekolah akan mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar.
Sanggahan : Saya memiliki pendapat berbeda dengan Saudara. Menurut saya, siswa berkomunikasi dengan orang tua bisa menggunakan telepon sekolah. Adapun jika membebaskan siswa menggunakan HP untuk berinternet sangat berisiko digunakan bermain.
3. Membawakan Acara
Apa perbedaan pembawa acara (MC) dengan pengarah acara?
Pembawa acara (pewara) adalah orang yang bertugas membawakan acara dengan membacakan dan mengatur jalannya acara dalam suatu kegiatan.
Pengarah acara adalah orang yang bertugas untuk merancang seluruh tata acara yang diselenggarakan.
Tugas pembawa acara antara lain sebagai berikut.
1) Menyampaikan salam pembuka
2) Menyapa hadirin dengan urutan yang benar.
3) Mengajak hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4) Membacakan susunan acara.
5) Membawakan acara demi acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun.
6) Menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada para hadirin.
7) Menutup acara dengan salam penutup.
Hal yang perlu diperhatikan :
a. Teknik olah vokal : lafal, intonasi, dan ekspresi
b. Penampilan : Membuka acara, mengantarkan acara, dan menutup acara
c. Sikap : Komunikatif, aktif, dan percaya diri.
Kesalahan dan pembenarannya dalam membawakan acara:
• Hadirin sekalian …. : Hadirin …
• Para Bapak-bapak …. : Bapak-bapak
• Waktu dan tempat kami harturkan …. : Kepadanya kami persilakan
• Menginjak acara berikutnya …. : Menuju acara berikutnya
• Untuk menyingkat waktu … : Untuk mengefektifkan waktu

Contoh teks MC:
Assalamu’alaikum.. Wr. Wb.
Alhamdulillah… marilah kita panjatkan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan segenap rahmat-Nya sehingga pada kesempatan kita bisa menghadiri acara ini.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. yang telah membimbing kita dari jalan yang penuh kegelapan menuju jalan yang terang-benderang.

Ustadz … yang kami hormati.
Yang kami hormati Bp/Ibu.………………… sebagai camat/lurah………….
Yang kami hormati ketua Ta’mir serta seluruh pengurus Masjid………………
Yang kami hormati panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Yang saya hormati seluruh jamaah yang telah hadir
Perkenankanlah saya berdiri di hadapan Bapak/Ibu serta hadirin, untuk menyampaikan susunan acara pada ………………

Bapak/Ibu serta hadirin yang berbahagia, adapun susunan acara yang akan dilangsungkan pada ……………. adalah sebagai berikut :

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an
3. Sambutan-sambutan
4. Tausiyah dan do’a
5. Penutup

4. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif adalah teknik membaca secara luas untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya dari beberapa berita yang bertopik sama. Tujuannya adalah mendapatkan informasi secara cepat.
Cara membaca ekstensif:
a. Tentukan beberapa teks berita yang bertopik sama
b. Bacalah sekilas judul
c. Dengan teknik skimming (membaca sepintas, mencari hal utama), tentukan gagasan pokok.
d. Carilah kata kunci atau petunjuk lain di teks

Hal yang dicari ada 2 aspek :
a) Mencari persamaan dan perbedaan informasi
• Isi
• Penyajian berita (5 W + 1 H)
b) Menyimpulkan masalah utama

Contoh:
Teks Berita 1
Lima penumpang tewas dalam kecelakaan kereta api ekonomi Bengawan jurusan Solo-Tanah Abang. Peristiwa itu terjadi Selasa (16/1) pukul 00.06. Akibat peristiwa itu perjalanan kereta api terganggu.
Teks Berita 2
Selasa (16/1) dini hari terjadi kecelakaan kereta api di dusun Gununglurah, Rancamaya, Banyumas. Kereta api ekonomi Bengawan jurusan Solo-Tanah Abang terguling di jembatan rel sungai Pager. Lima penumpang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka.

Dilihat dari dua berita di atas, masalah utamanya adalah kecelakaan kereta api jurusan Solo-Tanah Abang pada hari Selasa tanggal 16 Desember.

5. Membaca Intensif
Membaca intensif adalah membaca sebuah bacaan secara saksama/teliti. Tujuan adalah memahami secara mendalam informasi dalam bacaan.
Langkah-langkah membaca intensif:
1. Bacalah bacaan dengan cermat dan mendalam.
2. Temukan informasi dalam bacaan (5W+1H).
3. Catatlah permasalahan dalam bacaan
6. Pembacaan Teks Berita
Membacakan berita terlihat sederhana tetapi memerlukan teknik yang baik dan benar. Membaca berita dilakukan dengan teknik membaca nyaring. Hal yang perlu diperhatikan adalah lafal, intonasi, penjedaan, irama, vokal, dan ekspresi yang tepat.
Langkah-langkah membaca teks berita:
a. Membaca dalam hati teks berita dan memahami isi.
b. Memberikan tanda jeda yang tepat.
Tanda satu garis miring (/) : jarak satu ketukan ( antar kata)
Tanda dua garis miring (//) : tempo dua ketukan (antar frasa).
Tanda silang ganda (#) : antar kalimat dalam wacana.
c. Membaca dengan intonasi dan pemenggalan yang tepat.
Contoh:
Selamat pagi pemirsa,/ kembali bersama saya Suryo Dirojo /dalam acara Liputan 9 Pagi /untuk menyampaikan berita-berita yang teraktual dan terkini seputar Indonesia//
Pemimpin Pegadaian Cabang Banyumanik/ Siswo Sumarsono/ menyerahkan bantuan kepada Yayasan Muhammadiyah TK ABA/ yang diterima Kepala SD Muhammadiyah 16/ Kofani// di Jalan Drs. Wahidin/ Semarang/ kemarin#
Berita tadi menutup acara Liputan 9 pagi ini/, saya Suryo Dirojo dan segenap kru yang bertugas /mengucapkan terimakasih /dan sampai jumpa#

7. Penulisan Rangkuman
Rangkuman adalah cara menyajikan karangan yang panjang dalam bentuk singkat.
Rangkuman mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang.
Langkah-langkah merangkum:
• Mengenali identitas buku/ bacaan.
• Membaca bacaan secara keseluruhan.
• Menentukan gagasan utama bacaan.
• Menyusun pokok-pokok pikiran menjadi inti sari cerita.
Merangkum buku ilmu pengetahuan populer adalah mengambil inti sari dari buku pengetahuan yang disukai banyak masyarakat dan menuliskan kembali dalam catatan singkat. Buku ilmu pengetahua populer biasanya bahasanya ringan, komunikatif, dan isinya mudah dipahami.
Contoh:
Judul buku : Bertanam Cabai Rawit dalam Polybag
Jumlah halaman : 56
Penerbit : Penebar Swadaya, Jakarta
Setiap lapisan masyarakat Indonesia pasti mengenal cabai rawit. Tanaman ini seperti menjadi keperluan pokok setiap keluarga. Pada saat musim hujan cabai rawit sangat mudah dijumpai dan harganya murah. Pada musim kemarau cabai rawit harganya mahal. Penyebab hal tersebut adalah penanaman pada musim kemarau menghasilkan buah sedikit. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah penanaman cabai rawit dalam polybag/ kantung plastik. Dengan cara tersebut cabai rawit segar dapat tersedia setiap saat. Buku ini disusun agar pembaca dapat memenuhi kebutuhan cabai rawit bagi rumah tangga sendiri dengan memanfaatkan pekarangan.

8. Penulisan Berita
Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa/ kejadian yang faktual, penting, menarik, dan menyangkut kepentingan pembaca. Berita dapat dikatakan bernilai apabila berita tersebut cepat/ aktual, nyata/ faktual, penting, dan menarik.
Langkah dalam menulis berita antara lain sebagai berikut,
a. Menentukan topik berita
b. Mengumpulkan data dengan wawancara dan observasi
c. Mengklasifikasikan data
d. Menulis berita
Bentuk penyajian berita adalah piramida terbalik. Hal ini agar mudah dalam pengeditan berita dan pembaca menemukan isi berita.
Judul

→ Teras berita (memuat informasi yang penting dan singkat)

→ Tubuh berita (penjelasan proses peristiwa)

9. Slogan dan Poster
Poster adalah informasi berupa gambar yang ditempelkan di tempat umum sebagai pengumuman atau iklan.
Slogan adalah kalimat yang pendek dan menarik sehingga mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu.
Cara menulis poster:
Poster memiliki banyak jenis antara lain,
a. Poster kegiatan adalah pemberitahuan kepada khalayak tentang kegiatan yang akan diselengarakan
b. Poster niaga adalah penawaran produk tertentu agar masyarakat tertarik untuk membeli.
c. Poster pendidikan adalah penyuluhan kepada masyarakat dengan tujuan mendidik.
d. Poster layanan masyarakat adalah informasi yang berguna bagi masyarakat.

Cara menulis slogan:
Slogan harus dibuat semenarik mungkin dan biasanya dituangkan dalam poster, stiker, spanduk, dsb. Penggunaan bahasa, bentuk tulisan, dan komposisi warna sangat mempengaruhi. Kalimatnya singkat, rima, dan penuh makna.
Contoh:
 Slogan lingkungan hidup = MASIH PUNYA IMAN! JAGALAH KEBERSIHAN
 Slogan pendidikan = MEMBACA MEMBUKA JENDELA DUNIA
 Slogan kesehatan = KESEHATAN UNTUK KESEJAHTERAAN
 Slogan motivasi = SEMAKIN SULIT PERJUANGAN SEMAKIN BESAR KEMENANGAN

10. Unsur Intrinsik Novel
Novel adalah cerita yang mengisahkan sisi utuh problematika kehidupan seseorang atau beberapa tokoh. Novel dibangun oleh unsur yang membangun makna dari dalam karya sastra yang diistilahkan unsur intrinsik. Unsur intrinsik novel meliputi tema, penokohan, latar, alur, sudut pandang, dan amanat.
a. Tema
Tema adalah gagasan utama cerita. Contoh, kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, kebaikan, pelampiasan emosi, dsb. Cara menemukan tema adalah mengidentifikasi masalah tokoh, menemukan penyelesaian masalah, dan menyimpulkan tema.
b. Penokohan
Tokoh merupakan orang yang memerankan cerita. Penokohan adalah cara pengarang dalam menggambarkan watak atau karakter tokoh baik kedaan lahir maupun batin. Jenis tokoh ada tokoh utama dan tokoh tambahan. Ada pula jenis tokoh protagonis, tritagonis, dan antagonis.
Penggambaran watak tokoh dilakukan dua cara yakni,
a) Melalui teknik analitik, penelasan secara langsung oleh pengarang dalam cerita
b) Melalui teknik dramatik, penjelasan secara tidak langsung melalui,penggambaran fisik, dialog tokoh, lingkungan tokoh, jalan pikiran, dan diceritakan tokoh lain.
c. Latar
Latar atau setting merupakan penggambaran tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam novel. Latar dibagi menjadi 3:
1. Latar tempat: menyaran pada tempat seperti desa, sungai, jalan, hutan, dsb.
2. Latar waktu :menyaran pada waktu seperti malam, sore, pagi, musim hujan,
3. Latar sosial: menyaran pada perilaku kehidupan sosial masyarakat seperti adat, tradisi, kebiasaan, keyakinan, status sosial, dsb.
4. Latar suasana: mencekam, haru, gembira, gelap, cerah, bahagia dll
d. Alur
Alur disebut pula plot. Alur adalah rentetan peristiwa yang terjalin dalam cerita. Ada lima tahapan alur:
a) Tahap pengenalan situasi : Penggambaran suasana cerita.
b) Tahap pemunculan konflik : Masalah awal.
c) Tahap peningkatan konfliks : Masalah semakin berkembang.
d) Tahap klimaks : Pertentangan antar tokoh
e) Tahap Antiklimaks : Masalah mulai terselesaikan/ada titik terang
f) Tahap penyelesaian : Penyelesaian masalah.
Mengidentifikasi alur dengan menjelaskan peristiwa yang terjadi di setiap tahapan alur. Kemudian menyimpulkan gambaran umum alur cerita.
Tokoh mengalami konflik dalam cerita. Persoalan yang dihadapi tokoh disebut konflik. Ada 3 jenis konfilk yakni,
1) Konflik batin adalah konflik manusia dengan dirinya sendiri
2) Konflik sosial adalah pertentangan manusia dengan sesama manusia
3) Konflik lingkungan adalah pertentangan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Ada 3 jenis alur antara lain
1) Alur maju (progresif) adalah alur yang menunjukkan cerita, mulai dari tahap perkenalan, penampilan masalah, dan tahap penyelesaian
2) Alur mundur (regresif) adalah alur yang menceritakan masa lampau
3) Alur campuran adalah penggabungan antara alur maju dan mundur.

e. Sudut pandang
Sudut pandang merupakan posisi pengarang dalam membawakan cerita.
Sudut pandang ada 2:
 Sudut pandang orang pertama : pengarang berperan sebagai orang pertama (metode aku).
 Sudut pandang orang ketiga : pengarang sebagai pengamat. Memakai ia, dia, atau nama orang. (metode diaan)

f. Amanat
Amanat merupakan ajaran moral yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Untuk mendapatkan amanat maka harus dibaca cerita secara tuntas berulang kali. Contoh amanat adalah pentingnya menghargai tetangga, hendaknya menyantuni tetangga yang miskin.

11. Puisi
Puisi adalah karya sastra menggunakan kata-kata yang indah dan kaya akan makna. Penyusunan bahasanya terikat oleh rima, matra, irama, dan larik serta bait.
Unsur-unsur puisi
a. Struktur fisik : Tipografi, Kata konkret , Diksi , Imaji , Gaya Bahasa , Rima/irama
b. Struktur batin : Tema , Nada, Perasaan/suasana , Amanat

Keterangan Struktur Fisik:
Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
Contoh: matahari > surya > mentari > raja siang

Imaji/citraan, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu
a) imaji suara (auditif) : Kicau burung bersahut-sahutan
b) imaji penglihatan (visual): Birunya langit tak sebiru hatiku
c) imaji raba atau sentuh (imaji taktil). : Halusnya sutra berpadu dengan kasihmu.

Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Adapaun macam-macam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, hiperbola,
1. alegori (perbandingan utuh dengan prosa liris) contoh: selamat menjalani bahtera rumah tangga, mengarungi samudera kehidupan, menyingkirkan duri kehidupan.
2. personifikasi (benda mati seolah hidup) contoh: matahari tersenyum di balik selimut awan
3. metafora (membandingkan benda yang mempunyai kesamaan sifat) dewi malam, raja siang, sampah masyarakat, peras otak, banting tulang
4. assosiasi (memberikan perbandingan terhadap benda yang telah disebutkan) bak,bagai, ibarat, seperti, laksana. Contoh: wajahmu pucat bak bulan kesiangan, kulitmu halus laksana sutera dari negeri Cina.
5. metonemia (menyebut nama suatu benda sebagai pengganti benda yang dimaksud). Contoh: Ayah sedang menghisap jarum 76 (nama rokok)
6. litotes (ungkapan dengan maksud merendahkan diri). Contoh: mampirlah ke gubuk kami
7. eufemisme (ungkapan untuk memperhalus). Contoh: ia agak hilang ingatan
8. hiperbola (ungkapan dengan kata-kata yang berlebihan maknanya). Contoh: darahnya mengalir deras.
9. antonomasia (penggunaan nama panggilan berdasar ciri atau sifat) Contoh: si jangkung tak juga datang
10. perifrasis (ungkapan dengan kata pengganti yang artinya sama). Contoh: pagi-pagi = ketika surya terbit, kereta api = kuda besi
Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup aliterasi (pengulangan huruf/kata) dan asonansi (pengulangan bunyi )

Keterangan Struktur Batin
Tema/makna : gagasan utama penyair dalam puisi. Tema ketuhanan, kemanusiaan, patriotisme.
Rasa (feeling), yaitu sikap penyair dalam puisinya. Seperti kegelisahan, kerinduan, dan sebagainya
Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Contoh: Nada kritik dengan suasara pemberontakan.
Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.

12. Menulis puisi dengan unsur persajakan
Kegiatan menulis puisi diawali dengan menemukan ide. Ide bisa dari mana saja. Selanjutnya, mengembangkan dalam bentuk kosa kata yang banyak. Menyusun kata-kata tersebut menjadi puisi. Penyusunan puisi memperhatikan sajak/ rima. Rima ada dua jenis yaitu,
a. Rima dalam yaitu persamaan bunyi baik vokal maupun konsonan pada satu baris kalimat. Contoh: senja samar sepoi
b. Rima akhir yaitu persamaan bunyi pada akhir baris.
Contoh: Ke manakah jalan
Mencari lindungan

Iklan

Meraih Rupiah dari Kaleng Bekas Minuman 

SOLO – Membuat kerajinan dengan memanfaatkan kaleng bekas sudah banyak dilakukan. Tetapi membuat kerajinan relief dengan memanfaatkan kaleng alumunium bekas tentu tak semua orang bisa melakukan. Sebab, biasanya orang tersebut harus sabar, telaten, dan punya jiwa seni.

Nah, agar orang bisa melakukannya, forum UMKM Soloraya menggelar pelatihan membuat relief dari kaleng aluminium bekas di sebuah tempat di Baturan Colomadu Karanganyar, Kamis (21/12).

Sebanyak 23 orang, baik tua dan muda, laki-laki dan perempuan, mengikuti pelatihan itu. “Ternyata tidak sulit,” kata salah seorang peserta, Rizal (46). Dia selama ini pengrajin kap lampu hias.

Tak banyak bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pelatihan pembuatan relief itu. Yakni, bahan utama kaleng alumunium bekas, kertas dan pulpen untuk menggambar relief, paku atau pulpen bekas untuk membuat relief, spon, dan cat.

Dari bahan itu, boleh jadi hanya cat yang dibeli, selebihnya memanafaatkan limbah.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua forum UKM Soloraya Ismail Roni Prasetyo mengaku menghadirkan tutor dari Jawa Timur, Bapak Saifuddin Amrullah S. Pd. Pihaknya berharap, sepulang dari mengikuti pelatihan para peserta bisa mengaplikasikan ketrampilan yang didapat.

Relief yang dibuat, terutama ukuran besar, bisa untuk kerajinan tersendiri secara utuh atau yang bentuknya kecil bisa digabungkan dengan produk kerajinan lainnya. Seperti sepatu, tas, sandal, kap lampu, dan lainnya.

“Peserta pelatihan kerajinan pembuatan relief ini sebagian besar adalah pengrajin, sehingga tidak sulit untuk pemasaran atau penjualan,”